Kemarau Panjang, Warga Cikeusik Manfaatkan Air Sungai Keruh
- 28 Agt 2026 15:13 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kemarau panjang di Kabupaten Pandeglang berdampak serius pada masyarakat pedesaan, terutama di Kecamatan Cikeusik.
- Warga Desa Cikeusik terpaksa menggunakan air sungai yang keruh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena krisis air bersih.
- Warga mengalami kesulitan dengan kualitas air sungai yang semakin keruh dibandingkan kondisi normal akibat dampak kemarau berkepanjangan.
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dampak musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pandeglang dirasakan semakin berat oleh masyarakat di sejumlah wilayah pedesaan. Salah satu titik terparah melanda kawasan Kecamatan Cikeusik, warga terpaksa memanfaatkan air sungai keruh demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Cikeusik, Ida mengungkapkan, masyarakat di wilayahnya terpaksa menggunakan air sungai demi bertahan hidup. Dia mengaku, kondisi air saat ini jauh lebih keruh dibanding hari biasanya akibat kemarau panjang yang berkepanjangan.
"Kami terpaksa menggunakan air sungai karena sudah tidak ada lagi sumber air yang bisa digunakan, kondisinya sekarang sangat keruh, tetapi mau bagaimana lagi," ujar Ida, Jumat 28 Agustus 2026.
Kondisi kekeringan ekstrem disebut Ida membuat debit Sungai Cikeusik menyusut drastis dan menyisakan genangan air pekat berwarna keruh. Warga terpaksa menyedot air sungai tersebut menggunakan mesin pompa untuk dialirkan ke rumah-rumah karena seluruh sumber mata air sekitar telah mengering.
Meski menyadari kualitas air tersebut tidak layak pakai, menurutnya warga tidak memiliki alternatif pilihan lain di tengah krisis air bersih. Penggunaan air sungai yang keruh itu bahkan dikatakan Ida mulai memicu keluhan kesehatan, termasuk gangguan gatal-gatal pada kulit.
Warga berharap pemerintah daerah segera dapat menyalurkan bantuan air bersih untuk keperluan memasak dan konsumsi.
Situasi serupa juga terjadi di Kampung Kiara Jangkung, Desa Sukaseneng. Warga harus menggali sumur darurat secara gotong royong di dasar sungai yang mongering.
Salah seorang warga Kampung Kiara Jangkung, Usri mengatakan, sumur galian sederhana tersebut kini diserbu warga dari berbagai desa hingga memicu antrean panjang setiap harinya.
Menurutnya keterbatasan pasokan air membuat sebagian warga kerap tidak kebagian jatah air bersih dari sumur galian tersebut. Tingginya kebutuhan mendesak ini dinilainya memaksa warga rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan setetes air bersih.
"Kami terpaksa antre karena hanya sumur ini yang masih ada airnya, sumur ini dibuat bersama-sama oleh masyarakat dan warga dari desa lain juga mengambil air di sini," ujar Usri.
Masyarakat di wilayah terdampak kekeringan kini sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah melalui distribusi air bersih secara berkala. Bantuan tersebut dinilai mendesak guna mencegah meluasnya dampak buruk kekeringan terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....