Belasan Kecamatan di Pandeglang Dilanda Kekeringan, 24 Ribu Warga Terdampak
- 21 Agt 2026 15:36 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kemarau panjang selama lima bulan terakhir memicu krisis air bersih di 15 kecamatan Kabupaten Pandeglang yang mencapai tingkat kekeringan ekstrem.
- Sebanyak 24 ribu jiwa dari 6.300 kepala keluarga di 42 desa di Pandeglang terdampak dan mengalami kesulitan akses air bersih.
- BPBD-PK Pandeglang melaporkan, ribuan keluarga terpaksa menghadapi krisis aksesibilitas air bersih akibat kondisi cuaca ekstrem.
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dampak fenomena musim kemarau panjang yang berlangsung selama lima bulan terakhir memicu krisis air bersih di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebanyak 15 kecamatan kini dilaporkan mengalami kekeringan ekstrem yang mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengungkapkan, ribuan kepala keluarga terpaksa menghadapi kesulitan akses air bersih untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 24 ribu jiwa atau sekitar 6.300 kepala keluarga di 42 desa disebutnya terdampak oleh kondisi ini.
"Data per hari ini ada sekitar 24 ribu jiwa atau sekitar 6.300 Kepala Keluarga di 42 desa yang ada di 15 kecamatan terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan," ujar Riza Ahmad Kurniawan saat meninjau penyaluran air bersih di Kelurahan Jujur, Kecamatan Karangtanjung, Jumat 21 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang pun terus bergerak cepat dengan melakukan distribusi bantuan air bersih secara berkala ke wilayah-wilayah yang paling terdampak. Hingga saat ini, BPBD-PK mencatat sebanyak 313 ribu liter air bersih telah disalurkan bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan memasak, minum, hingga sanitasi.
"Total air bersih yang sudah kami salurkan sebanyak 313 ribu liter untuk membantu warga yang kesulitan air bersih. Saya menghimbau juga untuk masyarakat agar dapat memanfaatkan air bersih dengan sebaik-baiknya," kata Riza.
Sementara warga setempat mengakui bahwa sumber air sumur dan penampungan pribadi sudah tidak lagi mengeluarkan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Bantuan yang dikirimkan pemerintah daerah dirasakan sangat membantu dalam meringankan beban kebutuhan harian warga di lokasi terdampak.
"Alhamdulillah hari ini ada bantuan air bersih dari pemda, kami sangat terbantu. Karena sumur kami sudah kering dan air bersih juga sulit didapat," ungkap Supri, salah seorang warga Kampung Kadu Kupa, Kecamatan Karangtanjung.
Masyarakat berharap bantuan distribusi air bersih terus dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau masih berlangsung. Langkah ini sangat diharapkan guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah tantangan krisis air yang tengah melanda wilayah mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....