Atasi Kekeringan, Polres Pandeglang Pasok Air Bersih ke Koroncong

  • 23 Jul 2026 14:29 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Polres Pandeglang mengirimkan 15.000 liter air bersih untuk mengatasi kekeringan di Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong pada 23 Juli 2026.
  • Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi menyatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian institusinya terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air layak pakai.
  • Sumur-sumur warga di lokasi tersebut mulai mengering sehingga masyarakat memerlukan bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

RRI.CO.ID, Pandeglang – Polres Pandeglang mengirimkan bantuan air bersih bagi warga di Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. Polres memasok sekitar 15.000 liter air, yang diangkut menggunakan tiga unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, Kamis, 23 Juli 2026.

Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian institusinya terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air layak pakai akibat sumur-sumur warga yang mulai mengering. Dalam bakti sosial tersebut, pihak kepolisian mengerahkan tiga armada mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan dasar warga setempat.

"Hari ini Polres Pandeglang bersama BPBD melaksanakan penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ujar AKBP Dhyno, Kamis 23 Juli 2026.

Kehadiran mobil tangki air bersih ini disambut antusias oleh ratusan warga. Sejak pagi, warga tampak berbondong-bondong membawa berbagai wadah penampung seperti jerigen, ember, hingga drum untuk mengantre jatah air bersih.

Salah seorang warga Kampung Cisampih, Siti Rohmah, mengaku terbantu dengan adanya bantuan air bersih. Pasalnya, wilayah tempat tinggalnya telah dilanda kekeringan selama dua bulan terakhir dan memaksa warga harus menempuh jarak jauh demi mencari sisa air sungai untuk kebutuhan harian.

"Kurang lebih sudah 2 bulan kami di sini dilanda kekeringan, air bersih susah didapatkan. Kadang terpaksa kami ambil air sungai yang jaraknya cukup jauh untuk kebutuhan sehari-hari, sekalipun tidak bersih," ujar Siti.

Warga berharap aksi tanggap darurat seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala selama musim kemarau belum usai, mengingat minimnya sumber air alternatif di kawasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....