Seleksi Calon Ketua DPRD Kota Tangerang Dimulai

  • 15 Agt 2026 11:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangerang - Seleksi Calon Ketua DPRD Kota Tangerang dimulai untim menggantikan almarhum Rusdi Alam yang meninggam dunia. Pendaftaran seleksi calon pengganti calon Ketua DPRD Kota Tangerang itu dibuka sejak 11 hingga 13 Agustus 2026.

Enam kader yang masuk dalam bursa calon Ketua DPRD Kota Tangerang yakni Zamaludin, Supiani, Samsuni, Kosasih, Mustofa Kamaludin, dan Saiful Milah. Zamaludin merupakan salah satu kader senior yang saat ini juga tercatat sebagai anggota DPRD Kota Tangerang.

Pengalaman di internal partai serta jam terbang sebagai legislator menjadi modal yang dimilikinya dalam mengikuti proses seleksi tersebut. Bahkan Zamaludin mengaku dirinya sangat siap mengikuti proses pencalonan Ketua DPRD Kota Tangerang.

Ia mengatakan keputusannya untuk maju bukan semata-mata karena mengejar jabatan. Melainkan merasa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan kerja kelembagaan DPRD.

"Kalau saya ditanya kenapa ikut dalam proses ini, karena saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD," ujar Zamaludin yanv juga menjabat Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Jum'at 14 Agustus 2026.

Menurutnya, pengalaman yang selama ini dimiliki menjadi salah satu alasan dirinya berani mengambil sikap untuk mengikuti proses seleksi. "Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD," katanya.

Meski demikian, mantan Sekretaris DPD Golkar 2 periode ini menyampaikan, dirinya tidak ingin menjadikan senioritas sebagai alasan untuk merasa paling berhak menduduki kursi Ketua DPRD. Keputusan tetap menjadi kewenangan partai melalui mekanisme yang telah ditentukan.

"Senioritas bagi saya bukan berarti merasa paling berhak. Itu hanya salah satu bagian dari pengalaman yang bisa menjadi pertimbangan. Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan siap bersaing secara sehat dengan beberapa kader lainnya yang juga masuk dalam bursa. "Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang," ujarnya. K

Dalam proses seleksi, DPD Golkar menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan tiga nama yang nantinya akan disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Penilaian mencakup kapasitas, kapabilitas, senioritas serta kriteria PDLT, yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela.

Menurut Zamaludin, kriteria tersebut merupakan hal yang positif karena Ketua DPRD nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi politik, tetapi juga harus mampu memimpin lembaga legislatif secara kelembagaan.

"Kalau bicara kriteria, tentu saya menyerahkan kepada tim seleksi. Yang jelas, kapasitas, kapabilitas, pengalaman, loyalitas dan rekam jejak harus menjadi pertimbangan," katanya.

Ia pun menyatakan siap apabila nantinya mendapatkan kepercayaan dari DPP Partai Golkar. Namun, apabila keputusan partai justru menetapkan nama lain, Zamaludin mengaku akan tetap menghormati keputusan tersebut.

"Kalau dipercaya, saya siap menjalankan amanah. Tetapi kalau keputusan partai menunjuk kader yang lain, saya juga harus menghormati dan mendukung keputusan tersebut. Karena bagi saya, kepentingan partai dan masyarakat lebih utama daripada kepentingan pribadi," ucapnya.

Pengamat politik sekaligus mantan juru bicara Walikota Tangerang Sachrudin pada pilkada 2024, Imron Hamami, membeberkan sosok Zamaludin merupakan salah satu figur yang cukup layak diperhitungkan dalam proses tersebut. Menurut Imron, Zamaludin memiliki modal senioritas, pengalaman organisasi dan pengalaman legislatif yang menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.

"Kalau melihat dari sisi senioritas, pengalaman dan posisi di internal partai, Zamaludin memang menjadi salah satu figur yang perlu dipertimbangkan," kata Imron.

Imron menilai posisi Ketua DPRD membutuhkan figur yang memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak. "Ketua DPRD itu bukan hanya soal jabatan. Ada kemampuan memimpin lembaga, membangun komunikasi politik, memahami dinamika pemerintahan dan menjaga hubungan kelembagaan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....