Mulai Kekeringan, Santri di Patia Pandeglang Krisis Air Bersih
- 13 Jul 2026 09:11 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dampak musim kemarau panjang mulai nyata dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang. Salah satu yang mulai kelabakan adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Alfalah di Kampung Benger, Desa Patia, Kecamatan Patia.
Sejak dua minggu terakhir, para santri di sana kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. Air sumur yang biasa mereka gunakan mendadak berubah rasa menjadi hambar dan anta, sehingga tidak enak lagi dipakai untuk minum ataupun kebutuhan memasak.
Merespons keluhan tersebut, tim gabungan dari Dinsos Provinsi Banten, Dinsos Pandeglang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Boedak Saung Rescue (BSR) langsung bergerak mengirimkan bantuan pada Minggu malam, 12 Juli 2026.
Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Rahmat Baihaki menyebutkan, ada sekitar 5.000 liter air bersih yang langsung digelontorkan ke Ponpes pimpinan Ustaz Aceng Supriadi tersebut.
"Kami dapat laporan soal kondisi air sumur di Ponpes yang sudah tidak layak. Makanya, kami langsung pasok air bersih ke sana untuk kebutuhan memasak, wudu, dan keperluan harian para santri," kata pria yang akrab disapa Mamat itu.
Dia menegaskan, pihaknya siap siaga penuh untuk menyalurkan bantuan serupa ke wilayah lain jika ada warga yang mulai mengajukan permohonan darurat air bersih selama musim kemarau ini.
Di lokasi yang sama, Pembina Boedak Saung Rescue (BSR), Ade Mulyana menambahkan, pihaknya sudah menyiagakan armada mobil tangki yang siap meluncur kapan saja ketika dibutuhkan masyarakat.
Meski sejauh ini belum ada laporan resmi dari desa atau kecamatan lain, Ade mengingatkan bahwa potensi krisis air di Pandeglang sangat besar. Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa kecamatan yang masuk dalam zona merah rawan kekeringan, di antaranya Kecamatan Patia, Sukaresmi, Angsana, Munjul, Sindangresmi, Cigeulis, dan Kecamatan Bojong.
"Setiap ada info atau laporan kekeringan dari warga, kami akan langsung koordinasikan dengan Dinsos dan BPBD agar bantuan air bisa segera dikirim semaksimal mungkin," ucap Ade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....