BBMKG Wilayah II Tangsel Ingatkan Risiko Kekeringan dan Karhutla

  • 07 Mei 2026 11:48 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak El Nino terhadap sektor pertanian Salah satunya yakni ketersediaan air bersih, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau 2026.

Ketua Bidang Meteorologi dan Klimatologi BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Nely Ramah Kurniawati mengatakan El Nino dapat menyebabkan penurunan curah hujan. Sehingga meningkatkan risiko kekeringan di berbagai daerah.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu sektor paling terdampak akibat berkurangnya pasokan air irigasi. Kondisi tersebut dapat memicu gagal tanam maupun gagal panen yang berdampak pada stok pangan nasional.

“Risiko utamanya adalah gagal tanam atau gagal panen karena berkurangnya pasokan air irigasi. Hal ini berdampak langsung pada penurunan stok gabah nasional dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Selain pertanian, El Nino juga berdampak terhadap sumber air bersih akibat menurunnya debit sungai, penyusutan volume waduk, dan penurunan muka air tanah. Situasi itu berpotensi memicu krisis air domestik di sejumlah wilayah saat musim kemarau berlangsung lebih panjang.

BMKG mengingatkan kondisi cuaca yang lebih kering dan panas dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Berkurangnya tutupan awan membuat radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi sehingga suhu udara terasa lebih terik.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, masyarakat diminta mulai menghemat penggunaan air bersih, tidak melakukan pembakaran lahan, serta aktif memantau informasi cuaca resmi melalui media sosial dan kanal informasi BMKG. BMKG memastikan akan terus memperbarui perkembangan cuaca dan musim kemarau secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....