BPBD Lebak Petakan 90 Desa Rawan Krisis Air Bersih

  • 13 Jun 2026 23:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan berpotensi mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini. Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Potensi krisis air bersih tersebut disebabkan oleh menyusutnya sumber-sumber mata air yang selama ini menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain faktor kekeringan, sejumlah desa juga belum mendapatkan layanan jaringan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga masyarakat sangat bergantung pada sumber air alami.

Berdasarkan hasil pendataan BPBD, wilayah yang masuk kategori rawan krisis air bersih tersebar di 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak. Pemerintah daerah saat ini terus meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi berlangsung cukup panjang.

“Kami telah memetakan sebanyak 90 desa di 23 kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini,” kata Sukanta di Rangkasbitung, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut dia, kekurangan air bersih tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu sektor pertanian. Kondisi kekeringan yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan tanaman pangan dan hortikultura mengalami penurunan produksi bahkan gagal panen apabila tidak segera ditangani melalui langkah-langkah mitigasi yang tepat.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lebak telah menyiapkan armada distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Sedikitnya tiga unit kendaraan tangki disiagakan untuk mendukung penyaluran air bersih ke desa-desa yang mengalami kekurangan pasokan air.

Selain armada milik BPBD, pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat pelayanan distribusi air bersih. Kerja sama dilakukan dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak yang memiliki kendaraan tangki berkapasitas besar.

BPBD juga melibatkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu proses distribusi air kepada masyarakat. Dukungan serupa datang dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang siap membantu penanganan krisis air bersih.

Tidak hanya itu, unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turut dilibatkan dalam upaya mitigasi dampak kekeringan. Pemerintah Provinsi Banten juga menjadi mitra strategis dalam mendukung penyediaan bantuan air bersih jika dibutuhkan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan ke BPBD melalui pemerintah desa setempat.

“Kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar distribusi air bersih dapat berjalan cepat dan menjangkau seluruh wilayah terdampak,” ujarnya.

BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi sumber air di berbagai wilayah rawan. Selain fokus pada penyediaan air bersih, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kekeringan.

“Kami khawatir krisis air bersih dapat memicu munculnya berbagai penyakit menular, terutama diare dan penyakit yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan,” kata Sukanta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....