Enam Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau Masih Siaga
- 08 Jul 2026 16:57 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berada pada status Siaga (Level III) dengan aktivitas vulkanik yang terus dipantau secara intensif oleh petugas. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Selasa, 08 Juli 2026, hingga pukul 00.00 WIB sampai waktu pengamatan dilakukan, tercatat telah terjadi enam kali letusan dengan tinggi kolom abu mencapai 100 hingga 250 meter di atas puncak kawah.
Masyarakat maupun wisatawan diminta tetap mematuhi rekomendasi Badan Geologi agar tidak mendekati kawah dalam radius tiga kilometer demi menghindari potensi bahaya. Pengamat Gunung Anak Krakatau, Muhammad Dika, mengatakan peningkatan aktivitas tersebut masih berada dalam pemantauan petugas dan belum mengubah status gunung api yang saat ini tetap berada di Level III atau Siaga.
Menurutnya, rekomendasi utama yang harus dipatuhi masyarakat adalah tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. "Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga atau Level III, dengan rekomendasi masyarakat tidak mendekati area tiga kilometer dari kawah pusat. Hari ini tercatat enam kali letusan dengan tinggi kolom abu sekitar 100 sampai 250 meter," ujarnya saat dihubungi RRI Banten, Rabu, 08 Juli 2026.
Dika menjelaskan frekuensi letusan Gunung Anak Krakatau bersifat fluktuatif sehingga tidak selalu terjadi setiap hari dalam jumlah yang sama. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan, pada 2 Juli terjadi satu kali letusan, demikian pula pada 3 Juli, 4 Juli, dan 7 Juli masing-masing satu kali erupsi.
Sementara pada 8 Juli jumlah letusan meningkat menjadi enam kali. Kondisi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika aktivitas vulkanik yang terus dipantau secara berkala oleh Badan Geologi.
Menurutnya, erupsi terjadi akibat adanya aktivitas magmatis di dalam tubuh gunung api. Suplai magma yang terus bergerak menuju permukaan menghasilkan tekanan dan energi yang kemudian memicu terjadinya letusan. Fenomena ini merupakan proses alamiah yang umum terjadi pada gunung api aktif, terlebih Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api muda yang masih terus mengalami proses pembentukan tubuh gunung melalui material hasil erupsi.
Meski aktivitas vulkanik meningkat, masyarakat tidak diminta panik. Dika mengimbau warga agar tetap mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi maupun instansi terkait serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. "Jangan panik dan tetap percaya pada informasi dari sumber yang resmi. Jangan mudah terpengaruh berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Selain itu, wisatawan tetap diperbolehkan beraktivitas di kawasan pesisir seperti Pantai Anyer maupun Carita selama tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan. Petugas memastikan aktivitas wisata di kawasan pantai masih berlangsung normal. Masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan, mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan, dan mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....