Hoaks Erupsi Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Tak Panik
- 05 Jul 2026 13:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Sebuah video berdurasi 10 detik yang menampilkan seolah-olah terjadi erupsi besar Anak Gunung Krakatau beredar luas di media sosial dan memicu keresahan masyarakat, terutama warga pesisir Banten dan pengguna jasa pelayaran. Video tersebut memperlihatkan kondisi gunung api yang tampak meletus besar pada malam hari, sehingga menimbulkan persepsi bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau sedang meningkat drastis.
Namun, hasil verifikasi dari pihak terkait memastikan bahwa video tersebut bukan merupakan rekaman terbaru aktivitas gunung api tersebut. Berdasarkan penjelasan pengamat gunung api, Muhammad Dika, video yang viral itu telah diklarifikasi oleh lembaga resmi karena tidak sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
“Video yang beredar itu bukan kondisi terkini Anak Krakatau, dan sudah dipastikan oleh Badan Geologi bahwa itu tidak sesuai dengan situasi sebenarnya,” ujarnya pada RRI PRO 1 Banten, Minggu, 5 Juli 2026.
Klarifikasi juga disampaikan oleh Badan Geologi, yang menegaskan konten tersebut merupakan informasi lama yang kembali diedarkan tanpa konteks yang benar. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya bagi nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan Selat Sunda.
Aktivitas Anak Gunung Krakatau hingga saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga, dengan dominasi gempa tremor menerus berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Meski terdapat aktivitas erupsi kecil dan embusan asap kawah, tidak ada indikasi peningkatan signifikan yang mengarah pada erupsi besar seperti yang ditampilkan dalam video viral tersebut.
Aktivitas gunung api bersifat dinamis, namun tetap berada dalam parameter pengawasan resmi yang ketat. Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber resmi yang jelas.
“Harapan kami masyarakat tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan,” ujarnya.
Penyebaran hoaks seperti ini dinilai dapat berdampak pada aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan pesisir Selat Sunda, termasuk pembatalan perjalanan wisata. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal resmi Magma Indonesia.
Melalui platform tersebut, data aktivitas gunung api diperbarui secara berkala dan dapat diakses langsung oleh publik sebagai acuan resmi. Masyarakat maupun wisatawan diharapkan tetap tenang, waspada, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....