PVMBG Larang Aktivitas Tiga Kilometer Dari Anak Krakatau

  • 04 Jul 2026 09:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Kabupaten Serang – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan zona isolasi mutlak dengan radius tiga kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Api Anak Krakatau. Sterilisasi kawasan ini wajib dipatuhi oleh seluruh operator pelayaran, nelayan, serta wisatawan menyusul penetapan status Level III (Siaga).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Anggi, menegaskan batasan jarak aman tersebut bersifat mutlak dan tidak boleh ditawar untuk aktivitas kemanusiaan apa pun. Dinamika vulkanik yang tidak menentu dipandangnya berpotensi melahirkan ancaman hujan abu lebat mendadak yang dapat mengganggu jarak pandang di perairan Selat Sunda.

"Radius aman dari rekomendasi PVMBG radiusnya tiga kilometer dari pusat kawah, tidak boleh untuk mendekati apalagi beraktivitas mendekati Anak Krakatau. Rekomendasi kita kan sudah jelas itu tiga kilometer dari pusat kawah untuk tidak mendekat, apalagi istilahnya mau berwisata ke sana itu kan tidak disarankan sama sekali," kata Anggi, Jumat 3 Juli 2026.

Menurutnya potensi bahaya sekunder berupa hembusan gas beracun juga menjadi pertimbangan utama di balik pengetatan radius pengamanan tiga kilometer ini. Karakteristik letusan abu kelabu setinggi 200 meter yang condong ke barat laut disebut Anggi membuktikan dinamika pelepasan energi masih sangat dinamis.

Berdasarkan kompilasi data instrumen, gempa hybrid atau fase banyak tercatat mendominasi pasokan energi dengan jumlah mencapai lima ratus dua puluh kali kejadian. Tingginya intensitas gempa permukaan ini dinilainya menjadi indikator kuat bahwa proses dekompresi pada sumbat lava masih berlangsung.

Koordinasi taktis dengan unit penjaga pantai pun terus diintensifkan guna melakukan patroli penyisiran pada titik-titik jangkar nelayan tradisional. ""Sesuai rekomendasi kita tidak boleh mendekati tiga kilometer dari pusat aktivitas itu hingga kondisi dinyatakan aman kembali, makanya kita kan masih pantau secara tepat ini,"ujar Anggi.

Pihak PVMBG juga mengingatkan bahaya sekunder berupa awan panas yang memiliki mobilitas tinggi meluncur ke wilayah perairan terdekat. Langkah antisipasi dini ini dirancang guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat kelalaian menilai tanda-tanda alam. Struktur pengawasan di pos pemantauan darat dipastikan bekerja optimal tanpa kendala teknis kelistrikan.

Warga pesisir diimbau segera melengkapi kebutuhan logistik dasar darurat mandiri sebagai bagian dari protokol kesiapsiagaan bencana. Kepatuhan terhadap parameter radius tiga kilometer diyakini mampu menekan indeks risiko kedaruratan vulkanik daerah hingga titik terendah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....