Perpustakaan Keliling Jadi Andalan Layani Wilayah Terpencil di Lebak

  • 07 Jul 2026 13:33 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak terus memperluas akses literasi melalui layanan perpustakaan keliling. Program tersebut difokuskan untuk menjangkau masyarakat di daerah yang sulit mengakses perpustakaan daerah.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Ibnu Wahidin, mengatakan layanan dilakukan menggunakan mobil maupun sepeda motor perpustakaan agar dapat menjangkau wilayah dengan kondisi jalan terbatas. Menurut Ibnu, Dinas Perpustakaan saat ini mengoperasikan dua unit mobil perpustakaan keliling dan tiga unit sepeda motor perpustakaan.

Kendaraan tersebut secara rutin mengunjungi sekolah, desa, pasar, taman bacaan masyarakat, hingga wilayah pelosok yang belum memiliki fasilitas perpustakaan memadai. Kehadiran layanan keliling diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses informasi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.

"Perpustakaan keliling kami fokuskan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau agar masyarakat tetap memperoleh akses membaca," ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.

Tidak hanya membawa koleksi buku, petugas perpustakaan keliling juga memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih tertarik membaca. Berbagai aktivitas literasi seperti membaca bersama, mendongeng, pengenalan buku, hingga permainan edukatif menjadi bagian dari layanan yang diberikan setiap kali perpustakaan keliling berkunjung ke sekolah maupun desa.

Selain melayani masyarakat umum, perpustakaan keliling juga menjangkau lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Menurut Ibnu, kehadiran perpustakaan keliling di lingkungan sekolah bertujuan mendukung budaya membaca sejak usia dini sekaligus melengkapi koleksi bacaan yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Program tersebut juga diperluas melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan taman bacaan masyarakat. Dinas Perpustakaan secara berkala mengirimkan koleksi buku yang dapat dipinjam masyarakat, kemudian melakukan rotasi koleksi setiap beberapa bulan agar bahan bacaan yang tersedia tetap bervariasi dan menarik minat pembaca.

Tidak hanya itu, Dinas Perpustakaan juga menjalin kerja sama dengan lembaga pemasyarakatan (lapas) melalui penyediaan layanan perpustakaan bagi warga binaan. Melalui nota kesepahaman (MoU), perpustakaan secara rutin mengirimkan buku ke lapas dan mengganti koleksi tersebut setiap tiga bulan sekali agar warga binaan memiliki pilihan bacaan yang lebih beragam.

Selain memperkuat layanan keliling, Dinas Perpustakaan juga terus mengembangkan koleksi bahan bacaan. Setiap tahun jumlah koleksi buku ditambah sesuai kebutuhan masyarakat, baik buku pengetahuan umum, buku anak, novel, referensi pendidikan, hingga buku keterampilan. Pengembangan koleksi tersebut juga diikuti dengan penyediaan layanan perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan buku elektronik.

Upaya peningkatan budaya membaca juga diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, organisasi perangkat daerah, hingga komunitas pegiat literasi. Menurutnya, literasi menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor.

"Membaca tidak akan membuat seseorang sengsara, justru dengan membaca kita akan memperoleh kesejahteraan," kata Ibnu mengutip pesan yang disampaikannya kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....