Perpustakaan Lebak Tetap Buka Sabtu demi Tingkatkan Minat Baca

  • 07 Jul 2026 12:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak memperluas layanan perpustakaan dengan tetap membuka pelayanan setiap Sabtu. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat mengakses fasilitas perpustakaan.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Ibnu Wahidin, mengatakan layanan pada Sabtu dibuka karena banyak masyarakat yang tidak sempat berkunjung pada hari kerja. "Kami membuka layanan hari Sabtu mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB agar masyarakat yang bekerja maupun pelajar tetap bisa memanfaatkan perpustakaan," ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.

Selain memperpanjang waktu pelayanan, kata dia perpustakaan juga menyediakan berbagai kegiatan literasi seperti lomba bertutur, bedah buku, bimbingan teknis, hingga Festival Literasi yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Layanan pada akhir pekan merupakan respons atas masukan dari masyarakat yang menginginkan perpustakaan tetap beroperasi di luar hari kerja.

Banyak warga yang tidak dapat datang pada Senin hingga Jumat karena aktivitas sekolah maupun pekerjaan. Sehingga pembukaan layanan pada Sabtu diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperluas akses terhadap bahan bacaan.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, perpustakaan menyediakan ruang audio visual, ruang baca anak, fasilitas bagi penyandang disabilitas, kursi roda, hingga jalur akses menuju gedung perpustakaan. Seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati layanan perpustakaan.

Ibnu mengatakan tingginya kualitas pelayanan turut berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat. Dalam satu hari, jumlah pengunjung dapat mencapai 400 hingga 500 orang.

Tidak hanya warga Kabupaten Lebak, pengunjung juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Jakarta, hingga Bandung. Lokasi perpustakaan yang berada dalam satu kawasan dengan Museum Multatuli menjadi salah satu daya tarik karena banyak wisatawan menyempatkan diri mengunjungi perpustakaan setelah berwisata.

"Alhamdulillah, setiap hari pengunjung bisa mencapai 400 sampai 500 orang. Ini menunjukkan masyarakat masih memiliki minat untuk datang dan membaca langsung di perpustakaan," ujarnya.

Menurut Ibnu, keberhasilan meningkatkan minat baca tidak hanya bergantung pada ketersediaan buku, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, Dinas Perpustakaan terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah, pemerintah desa, organisasi perangkat daerah, komunitas literasi, hingga taman bacaan masyarakat agar gerakan literasi dapat menjangkau lebih banyak warga di seluruh Kabupaten Lebak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....