Sejumlah Akses Jalan di Lebak Terputus Usai Dilanda Longsor

  • 26 Mei 2026 13:31 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Dampak bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah selatan Kabupaten Lebak pada Minggu, 24 Mei 2026 belum seluruhnya tertangani. Peristiwa itu membuat 15 desa di 3 kecamatan terdampak dan ribuan warga dilaporkan terisolasi karena akses jalan utama lumpuh total.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Cibeber, Cilograng, dan Bayah. Akibatnya warga di sejumlah desa terpaksa membatasi mobilitas karena kondisi jalan yang tertutup material longsor dan genangan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Sukanta mengatakan, jalur Citorek-Warungbanten menjadi salah satu akses utama yang hingga kini belum dapat dilalui kendaraan. Ruas Cisungsang-Pasir Kuray-Cisitu juga mengalami lumpuh total akibat tertutup longsoran tanah.

“Kondisi tersebut membuat distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat mengalami hambatan,” kata dia melalui pesan singkat, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, aktivitas ekonomi warga di wilayah terdampak pun terganggu karena akses transportasi terputus. Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus melakukan penanganan darurat di lokasi bencana. BPBD Lebak bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Pemerintah Provinsi Banten, terus membersihkan material longsor.

“Petugas gabungan saat ini terus melakukan penanganan darurat agar akses jalan bisa segera dibuka kembali,” ujar Sukanta.

Dia menerangkan, penanganan diprioritaskan pada titik longsor yang berada di jalur provinsi karena memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat. Salah satu titik longsor yang sedang ditangani berada di Kampung Cicarucu, Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber.

Longsor juga terjadi di Kampung Cipanggu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber. Petugas gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutup jalan. Di wilayah pertigaan Cimanggu, Desa Cikadu, Kecamatan Cibeber, longsor juga menyebabkan arus kendaraan terhenti total.

“Untuk Desa Cikadu sendiri terdapat sekitar lima titik longsor yang menjadi perhatian pemerintah,” kata Sukanta.

Menurut dia, kondisi geografis wilayah selatan Lebak yang berbukit membuat kawasan tersebut rawan longsor saat hujan deras berlangsung lama. BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Warga yang tinggal di sekitar lereng perbukitan diminta segera mengungsi apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

“Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras kembali terjadi,” ujarnya.

Hingga kini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak maupun kerugian akibat bencana tersebut. Akses menuju beberapa desa masih sulit dijangkau karena proses pembersihan material longsor belum selesai sepenuhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....