Longsor di Lebak Rusak Sawah dan Kebun Warga

  • 01 Mei 2026 22:42 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, melaporkan bencana longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrem pada Kamis, 30 April 2026, telah merusak areal persawahan dan kebun milik masyarakat setempat. Peristiwa longsor tersebut dipicu curah hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan tanah di wilayah perbukitan menjadi labil. BPBD mencatat sebanyak sembilan petak sawah dan tiga kebun warga mengalami kerusakan akibat longsor tersebut. Dampak kerusakan diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare lahan pertanian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Sukanta menyatakan pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut dan langsung melakukan penanganan awal di lokasi.

“Kami mendapatkan laporan adanya longsor yang merusak lahan pertanian warga, dan tim langsung kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan peninjauan,” ujarnya, Jum'at, 1 Mei 2026.

Tim percepatan penanggulangan bencana kemudian diterjunkan ke Desa Cibarani untuk memeriksa kondisi longsoran. Di lokasi tersebut, tinggi tebing yang longsor diperkirakan mencapai 50 meter.

Menurut BPBD, kondisi geografis wilayah tersebut memang rawan longsor karena berada di dataran tinggi dan berbukit. Selain itu, struktur tanah yang mudah jenuh air memperparah potensi bencana.

“Kebanyakan warga tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, sehingga kami terus mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Informasi dari BMKG menyebutkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, sehingga masyarakat harus tetap siaga,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan deras terjadi, terutama pada malam hari. BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan risiko korban jiwa.

“Kami minta warga tidak memaksakan diri tetap tinggal di lokasi rawan jika kondisi cuaca memburuk,” ujarnya.

Wilayah Desa Cibarani sendiri diketahui berada dekat kawasan , yang memiliki kontur perbukitan dan hutan lebat. Dengan kondisi tersebut, BPBD menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu longsor lanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....