Sebelas Kecamatan Lebak Dilanda Banjir Longsor
- 13 Jan 2026 20:09 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdampak bencana banjir dan longsor hingga Rabu (13/1/2026). Bencana tersebut mengakibatkan satu orang warga dilaporkan meninggal dunia.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan bencana banjir dan longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir dan mengguyur hampir seluruh wilayah Lebak. “Bencana banjir dan longsor di daerah itu akibat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir,” kata Sukanta, di Rangkasbitung, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Lebak, bencana banjir dan longsor tersebut tersebar di 11 kecamatan, 18 desa, dengan total 453 rumah warga terendam air. Selain rumah terendam, BPBD juga mencatat kerusakan bangunan, yakni satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan akibat terdampak bencana.
Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak. Tercatat satu fasilitas sosial, empat ruas jalan, tiga jembatan, serta satu bangunan toko mengalami kerusakan kategori sedang. Dalam peristiwa tersebut, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Korban bernama Anah (70), warga Kecamatan Cibeber, yang diduga terpeleset dan terjatuh ke sungai di wilayah Kecamatan Bayah. “Korban meninggal dunia itu akibat terpeleset ke sungai di Bayah,” ujar Sukanta menjelaskan kronologi singkat kejadian.
Adapun 11 kecamatan yang terdampak banjir dan longsor meliputi Kecamatan Rangkasbitung, Banjarsari, Cikulur, Kalanganyar, Cipanas, Muncang, Bayah, Sobang, Panggarangan, dan Cibadak. Hingga saat ini, banjir di Kecamatan Banjarsari masih merendam beberapa titik lokasi, terutama di sekitar Jembatan Pejeuh dan Gunung Sari. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah setempat sempat terisolir. “Akses jalan jembatan itu masih terendam air genangan dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter,” kata Sukanta.
Sukanta menambahkan, BPBD Lebak terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti TNI, Polri, PUPR, PLN, dan organisasi lainnya. “Posko Utama BPBD Lebak terus melakukan monitoring wilayah terdampak serta menyampaikan imbauan melalui media sosial, website resmi, dan imbauan langsung oleh Tim Reaksi Cepat kepada masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....