Dana Zakat Lebak Capai Dua Miliar Rupiah

  • 18 Mei 2026 15:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Kabupaten Lebak mencatat penghimpunan dana zakat sebesar Rp2 miliar selama periode Januari hingga April 2026. Dana tersebut berasal dari lima sumber zakat yang dikelola BAZNAS Lebak untuk membantu masyarakat membutuhkan di berbagai wilayah.

Ketua Pelaksana BAZNAS Kabupaten Lebak,Agus Muttaqien, di Rangkasbitung, Senin, 18 Mei 2026, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Menurut Agus, lima sumber penghimpunan zakat tersebut meliputi zakat penghasilan, zakat maal, zakat fitrah, zakat perusahaan, dan zakat perniagaan.

Seluruh dana dihimpun dari para muzzaki yang tersebar di Kabupaten Lebak. “Alhamdulillah, sejak Januari hingga April 2026 dana zakat yang terkumpul di BAZNAS Kabupaten Lebak mencapai Rp2 miliar,” ujar Agus Muttaqien.

Ia menjelaskan, dari lima sumber zakat tersebut, zakat penghasilan menjadi penyumbang terbesar dibandingkan jenis zakat lainnya. Hingga April 2026, zakat penghasilan yang diterima mencapai Rp800 juta. “Pendapatan terbesar berasal dari zakat penghasilan dengan nilai mencapai Rp800 juta hingga April 2026,” kata Agus.

Agus menuturkan, mayoritas muzzaki zakat penghasilan berasal dari Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak. Kontribusi ASN dinilai sangat membantu dalam meningkatkan penghimpunan zakat daerah. “Wajib zakat atau muzzaki terbanyak masih berasal dari ASN Pemkab Lebak yang secara rutin menyalurkan zakat penghasilannya melalui BAZNAS,” ujarnya.

Selain menghimpun zakat, BAZNAS Kabupaten Lebak juga terus mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah kabupaten.

Penyaluran dana dilakukan secara merata ke 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Program yang dijalankan mencakup bidang kemanusiaan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga dakwah.

Agus mengatakan pihaknya berupaya memastikan bantuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat prasejahtera dan kelompok rentan lainnya. “Kami berkomitmen agar dana zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran dan merata ke seluruh kecamatan,” ucap Agus.

Dalam program kemanusiaan, BAZNAS Lebak menyalurkan bantuan kebutuhan pokok berupa sembako bagi warga kurang mampu. Bantuan dana tunai juga diberikan kepada masyarakat prasejahtera. BAZNAS Lebak juga aktif dalam program tanggap bencana untuk membantu warga terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. “Ketika terjadi bencana, kami bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” kata Agus.

Di bidang perumahan, BAZNAS Kabupaten Lebak menjalankan program bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut bertujuan membantu mustahik memiliki tempat tinggal yang sehat dan layak huni. Melalui program RTLH, sejumlah rumah warga yang sebelumnya dalam kondisi rusak berhasil diperbaiki dengan dukungan dana zakat.

Agus menyebut program bedah rumah menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan zakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin. “Program RTLH kami fokuskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan agar mereka memiliki hunian yang layak dan aman,” ujarnya.

Santunan bagi fakir miskin, yatim piatu, dan lansia juga rutin disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Lebak di berbagai kecamatan. Penyaluran zakat fitrah dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri dengan sasaran masyarakat yang masuk kategori mustahik sesuai ketentuan syariat Islam.

Agus berharap penghimpunan zakat di Kabupaten Lebak terus meningkat setiap tahunnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....