Lebak Targetkan Produksi Perikanan Naik Dua Persen Tahun Depan

  • 25 Jul 2026 06:43 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perikanan menargetkan pertumbuhan produksi sektor perikanan sebesar 2 persen dari capaian tahun 2026 menuju 2027. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan sektor perikanan budidaya dan perikanan tangkap, pembinaan pelaku usaha, serta dukungan berbagai program strategis dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, di Lebak ,Jum'at, 24 Juli 2026, mengatakan potensi sektor perikanan di Kabupaten Lebak masih sangat besar untuk terus dikembangkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Dalam Angka 2025, total produksi perikanan Kabupaten Lebak mencapai 10.845 ton.

Jumlah tersebut terdiri atas produksi perikanan tangkap sebanyak 6.831 ton dan perikanan budidaya pembesaran sebesar 4.014 ton. Produksi pembenihan ikan di Kabupaten Lebak tercatat mencapai 3,166 juta ekor benih.

"Target kinerja yang kami tetapkan adalah pertumbuhan produksi sektor perikanan sebesar 2 persen dari tahun 2026 ke tahun 2027. Pencapaian target tersebut akan diupayakan melalui penguatan budidaya, peningkatan hasil perikanan tangkap, pembinaan kepada pelaku usaha perikanan, serta pemberian bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat," ujar Deni.

Kabupaten Lebak memiliki berbagai komoditas unggulan yang menjadi penopang produksi perikanan daerah. Pada sektor perikanan tangkap, komoditas terbesar berasal dari ikan cakalang dengan produksi mencapai 1.588 ton.

Selain cakalang, produksi ikan tongkol mencapai 1.107 ton dan tuna sebanyak 613 ton, disertai berbagai jenis ikan laut lainnya.

Sementara pada sektor budidaya, produksi didominasi ikan lele sebanyak 1.095 ton. Komoditas budidaya lainnya meliputi ikan nila sebanyak 1.047 ton, ikan mas 1.032 ton, udang 791 ton, serta patin sebanyak 9 ton.

Deni menjelaskan, sentra perikanan tangkap berada di kawasan pesisir selatan Kabupaten Lebak. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, dan Cilograng.

Sedangkan sentra budidaya ikan air tawar berkembang di Kecamatan Warunggunung, Rangkasbitung, Kalanganyar, Cibadak, Maja, Curugbitung, Sajira, Cimarga, dan Leuwidamar. Meski memiliki potensi besar, sektor perikanan di Kabupaten Lebak masih menghadapi sejumlah tantangan.

Kendala yang dihadapi pembudidaya maupun nelayan di antaranya tingginya harga pakan, keterbatasan benih unggul, cuaca dan gelombang laut yang memengaruhi aktivitas melaut, keterbatasan sarana budidaya, hingga pemasaran hasil perikanan yang masih didominasi pasar lokal. "Kami terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha perikanan agar produktivitas meningkat sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada," kata Deni.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Dinas Perikanan telah menyiapkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan secara bertahap. Salah satunya adalah pengembangan Program Ikan Darat Tematik yang sejalan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan periode 2026–2029.

Program tersebut mendorong setiap desa mengembangkan budidaya ikan sesuai potensi wilayah masing-masing. "Program ini mendorong setiap desa mengembangkan budidaya ikan sesuai potensi wilayahnya sehingga mampu meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lebak juga tengah mengusulkan Program Kampung Nelayan Merah Putih kepada pemerintah pusat. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan perikanan yang terpadu.

"Kami juga sedang mengusulkan Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan perikanan yang terpadu. Program ini mencakup peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan nelayan, serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir," ucap Deni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....