Petani Lebak Diimbau Kembangkan Sayuran Hadapi Kemarau Berkepanjangan
- 27 Jul 2026 05:47 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, mengatakan pemerintah daerah mengimbau petani mengembangkan tanaman sayuran dataran rendah selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau masih berlangsung hingga November mendatang.
"Kami mengimbau petani memanfaatkan lahan yang tidak bisa ditanami padi untuk mengembangkan sayuran dataran rendah karena kebutuhan airnya lebih sedikit dan permintaan pasar saat ini cukup tinggi," kata Dodi Hermawan.
Pengembangan tanaman sayuran juga menjadi salah satu upaya menjaga produktivitas lahan pertanian selama musim kemarau. Selain meningkatkan pendapatan petani, produksi sayuran dari Kabupaten Lebak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung pasokan bahan pangan untuk dapur SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis.
Dia optimistis pengembangan sayuran dataran rendah selama musim kemarau mampu menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memanfaatkan lahan pertanian secara produktif meski menghadapi keterbatasan air.
Sejumlah petani di Kabupaten Lebak mulai mengembangkan tanaman sayuran dataran rendah untuk menghadapi musim kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Langkah tersebut dilakukan karena budidaya sayuran dinilai lebih hemat penggunaan air dibandingkan tanaman padi.
Hasil panen sayuran juga memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi sehingga memberikan keuntungan bagi petani. Permintaan sayuran meningkat untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para petani memanfaatkan lahan persawahan yang tidak lagi ditanami padi akibat kekeringan untuk ditanami berbagai jenis sayuran. Komoditas yang banyak dikembangkan antara lain ketimun, kacang panjang, dan sayuran dataran rendah lainnya.
Salah seorang petani di Kabupaten Lebak Rustam mengatakan, tanaman sayuran lebih mudah dibudidayakan saat musim kemarau. "Tanaman sayuran tidak membutuhkan banyak air. Kami cukup menyiramnya pada pagi dan sore hari sehingga tanaman tetap tumbuh hingga masa panen," ujar Rustam, di Lebak, Minggu, 26 Juli 2026.
Kondisi tersebut menjadi solusi bagi petani yang kesulitan memperoleh pasokan air untuk menggarap sawah. Ia mengatakan harga sayuran di tingkat petani saat ini juga cukup menguntungkan. Harga jual berbagai jenis sayuran mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram.
Dalam satu petak lahan, produksi panen sayuran dapat mencapai sekitar dua ton setiap pekan. Hasil panen tersebut mampu meningkatkan pendapatan dan membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga petani.
Akibat minimnya curah hujan, tanah persawahan terlihat retak dan tidak memungkinkan untuk ditanami padi. Karena itu, para petani beralih menanam ketimun dan kacang panjang. "Kami memilih menanam ketimun dan kacang panjang karena lebih tahan pada musim kemarau. Selain itu, hasil panennya sudah ditampung oleh pengepul sehingga pemasarannya lebih mudah," kata Iming, petani Desa Tambakbaya, Cibadak.
Keberadaan pengepul memberikan kepastian pasar sehingga petani tidak kesulitan menjual hasil panen. Peralihan komoditas tersebut juga dinilai mampu mengurangi risiko kerugian selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....