Teknologi Inseminasi Buatan Dongkrak Populasi Kerbau di Lebak
- 27 Jul 2026 05:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat pengembangan peternakan kerbau sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi masyarakat pedesaan. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan populasi ternak sekaligus produktivitas usaha peternakan rakyat.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memodernisasi sistem budidaya kerbau yang selama ini masih didominasi pola pemeliharaan tradisional. Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengatakan peternakan kerbau hingga kini masih menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
Populasi kerbau di Kabupaten Lebak saat ini mencapai sekitar 15 ribu ekor. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah melalui penerapan teknologi reproduksi yang lebih modern dan efisien.
"Kami terus memperkuat pengembangan peternakan kerbau melalui penerapan teknologi inseminasi buatan agar populasi ternak meningkat dan produktivitas usaha masyarakat semakin baik," kata Rieyan Dermawan di Lebak, Sabtu, 25 Juli 2026.
Peningkatan populasi ternak harus diimbangi dengan modernisasi sistem budidaya agar hasil usaha peternakan semakin optimal. Sebagian besar peternak masih menerapkan pola pemeliharaan secara tradisional sehingga perlu didukung inovasi teknologi.
"Penerapan teknologi reproduksi diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan populasi kerbau sekaligus meningkatkan produktivitas usaha peternakan rakyat," ujarnya. Rieyan mengatakan kerbau yang dipelihara masyarakat merupakan jenis kerbau lumpur yang memiliki bobot dewasa berkisar antara 500 hingga 700 kilogram.
Dengan ukuran tersebut, kerbau memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan permintaannya relatif stabil di pasaran. Di tingkat masyarakat, usaha peternakan kerbau masih menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga.
Pengembangan peternakan kerbau memiliki prospek ekonomi yang sangat besar karena mampu menopang pendapatan rumah tangga peternak sekaligus mendukung penyediaan ternak potong di daerah. Melalui penguatan teknologi inseminasi buatan, peningkatan populasi ternak, dan pemanfaatan sumber daya pakan lokal, sektor peternakan kerbau di Kabupaten Lebak diharapkan semakin berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pedesaan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Salah seorang peternak, Asep mengaku telah menjalankan usaha ternak kerbau selama kurang lebih 20 tahun. Ia mengelola 45 ekor kerbau yang digembalakan setiap hari di kawasan perkebunan kelapa sawit di Rangkasbitung. Kawasan perkebunan menyediakan hijauan pakan yang melimpah sehingga biaya pemeliharaan dapat ditekan.
"Alhamdulillah, setiap tahun saya bisa menjual sekitar lima ekor kerbau dengan nilai kurang lebih Rp150 juta. Hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membangun rumah, dan membiayai pendidikan dua anak hingga perguruan tinggi," ujar Asep.
Nilai penjualan kerbau mencapai sekitar Rp150 juta, dengan harga kerbau berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per ekor tergantung ukuran dan kualitas ternak. "Keberadaan kawasan perkebunan kelapa sawit sangat membantu peternak karena rumput sebagai pakan tersedia melimpah. Setiap hari ratusan ekor kerbau digembalakan di sana sehingga biaya pemeliharaan menjadi lebih hemat," kata Asep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....