Bau Menyengat Sungai Pakupatan Picu Kerugian Ekonomi dan Ganggu Pertanian
- 06 Mei 2026 05:56 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Aktivitas warga di sekitar aliran sungai kawasan Terminal Pakupatan, Kota Serang, terganggu akibat bau menyengat yang muncul sejak sepekan terakhir. Dampaknya meluas, mulai dari penurunan omzet pedagang hingga laporan kerusakan tanaman padi milik petani.
Kondisi ini dirasakan sejak sekitar sepekan terakhir. Bau muncul tidak menentu, namun kerap terasa tajam, terutama saat cuaca panas.
Warga menggambarkan aromanya menyerupai campuran bau bangkai dan gas. Pemilik warung makan di bantaran sungai, Watiah mengatakan omzetnya turun signifikan.
Pelanggan yang biasanya makan di tempat kini memilih membungkus pesanan karena tidak nyaman dengan bau yang menyengat. “Biasanya pembeli makan di sini sambil ngopi, sekarang banyak yang minta dibungkus. Pendapatan turun sekitar 30 sampai 40 persen,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berlangsung sejak bau mulai tercium sekitar tujuh hari lalu. Bahkan pada pagi hari tertentu, warungnya sempat tidak didatangi pelanggan sama sekali.
Selain bau, perubahan kondisi air juga sempat terjadi. Saat hujan turun beberapa hari lalu, air sungai terlihat menghitam dan diikuti kematian ikan. Ikan sapu-sapu menjadi yang paling banyak ditemukan mengambang di permukaan.
Ketua RT 03/RW 04 Lingkungan Terminal Pakupatan, Tito, menyebut keluhan warga terus meningkat. Bau menyengat tidak hanya dirasakan di sekitar sungai, tetapi juga menjalar ke permukiman.
“Sudah sekitar tujuh hari, baunya sangat mengganggu. Sampai sekarang belum ada perubahan,” katanya.
Ia menambahkan, dampak tidak hanya dirasakan pedagang. Sejumlah warga melaporkan sawah yang dialiri air sungai mengalami kerusakan.
“Ada informasi padi milik petani mati setelah pakai air itu untuk irigasi,” ujarnya.
Dugaan pencemaran ini juga dirasakan di wilayah lain, termasuk Kelurahan Sumurpecung. Warga menilai kondisi tersebut mulai mengganggu kesehatan dan aktivitas harian.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang telah mengambil sampel air dari lokasi untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan masih ditunggu sebagai dasar penanganan.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan tim pengawasan sedang menyisir aliran sungai untuk menelusuri sumber pencemaran.v“Penelusuran dilakukan di sepanjang aliran. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar langkah berikutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan tidak bisa dilakukan tanpa data yang jelas. Setiap tindakan akan disesuaikan dengan jenis pencemar yang ditemukan agar tidak menimbulkan dampak baru pada ekosistem.
Warga berharap hasil uji segera keluar agar sumber pencemaran dapat diidentifikasi dan penanganan dilakukan. Mereka menilai kondisi saat ini telah merugikan sektor usaha kecil sekaligus mengancam lahan pertanian di sekitar aliran sungai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....