Kandungan Amonia dan Logam Besi di Sungai Pakupatan Lampaui Baku Mutu
- 18 Mei 2026 20:03 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Bau menyengat yang dikeluhkan warga di kawasan Terminal Pakupatan dan Perumahan KSB, Kota Serang, berkaitan dengan temuan tingginya kandungan Amonia (NH3-N) dan logam Besi (Fe) di aliran sungai sekitar lokasi. Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menunjukkan kedua parameter tersebut melampaui baku mutu lingkungan.
Sampel air diambil pada 4 Mei 2026 di dua titik lokasi setelah warga melaporkan perubahan kondisi air dan munculnya aroma menyengat di sekitar sungai. Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Serang, Cece Saputra mengatakan, hasil pemetaan data laboratorium menemukan adanya pelanggaran baku mutu pada parameter amonia dan besi.
“Berdasarkan hasil uji laboratorium, terdeteksi pelanggaran baku mutu pada parameter amonia dan logam besi di kedua lokasi pengambilan sampel,” kata Cece, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Cece, kandungan amonia diduga berkaitan dengan limbah domestik rumah tangga, kebocoran tangki septik, serta aktivitas sanitasi di kawasan sekitar. Sedangkan cemaran besi diduga berasal dari aktivitas terminal dan industri skala kecil.
Meski hasil laboratorium telah keluar, DLH masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber utama pencemaran di kawasan tersebut. “Tingginya amonia diduga berasal dari limbah domestik dan kebocoran tangki septik. Sedangkan cemaran besi berkaitan dengan aktivitas terminal dan industri kecil,” ujarnya.
DLH melakukan pengecekan lapangan dan pengawasan lanjutan terhadap aktivitas di sekitar aliran sungai guna mencari titik pembuangan limbah yang diduga menjadi penyebab pencemaran. Warga di sekitar lokasi diminta sementara tidak menggunakan air sungai atau saluran terbuka untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus hingga kondisi dinyatakan aman.
“Untuk sementara masyarakat diminta tidak menggunakan air permukaan di sekitar lokasi untuk MCK,” kata Cece.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....