Libatkan Ribuan Peserta, AOPGI Banten Reboisasi Gunung Pulosari
- 17 Apr 2026 14:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang— Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Regional Banten menggelar program bertajuk Green Safety Initiative melalui kegiatan coaching clinic dan reboisasi di Gunung Pulosari, Pandeglang. Kegiatan ini melibatkan ribuan peserta dari kalangan pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum sebagai bentuk edukasi dan aksi nyata menjaga lingkungan.
Program ini juga mengusung gerakan “Satu Pendaki Satu Pohon” sebagai ajakan bagi para pendaki untuk turut berkontribusi dalam menjaga alam. Melalui kegiatan ini, AOPGI Banten berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya segelintir pihak.
Ketua Umum AOPGI Banten, Deni Ahmad Fanani mengatakan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem.
“Kita tidak sekadar menanam. Nilai utama dari kegiatan ini adalah edukasi, bagaimana kita menghargai keanekaragaman hayati dan menjaga tanaman endemik yang mulai tergerus,” ujarnya dalam talkshow Jaga Malam bersama RRI Pro 2 Banten, Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, pemilihan Gunung Pulosari didasarkan pada kondisi vegetasi yang mulai terancam akibat alih fungsi lahan. Hal ini berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, termasuk sumber mata air bagi masyarakat di wilayah hilir.
“Kami melihat adanya tekanan terhadap vegetasi asli. Jika dibiarkan, ini bisa berdampak luas terhadap ketersediaan air dan konflik antara satwa dengan manusia,” katanya.
| Baca juga: Sampah Pendaki Jadi Ancaman Ekosistem Gunung |
Deni menegaskan, dampak menanam pohon tidak selalu harus dilihat dalam jangka pendek. Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi manfaat utama yang langsung dirasakan.
“Ketika seseorang mulai menanam pohon, itu berarti kesadarannya sudah berubah. Itu dampak yang paling nyata,” ujarnya.
Sementara Bidang Media dan Publikasi AOPGI Banten, Nesya Aulia menambahkan, kegiatan ini diawali dengan coaching clinic bagi siswa SMA/SMK pecinta alam (Sispala). Materi yang diberikan meliputi medical first response, etika pendakian, hingga keselamatan dalam aktivitas outdoor.
“Kami menyasar pelajar karena mereka sudah memiliki kemampuan berpikir yang lebih matang. Harapannya, ilmu ini bisa diterapkan dan ditularkan kembali ke lingkungan mereka,” ujarnya.
Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan reboisasi bertajuk “Reboisasi Pulosari Lestari” yang menargetkan penanaman ribuan bibit tanaman, termasuk jenis endemik yang mulai langka. Kegiatan ini juga diikuti sekitar 200 lebih organisasi dan komunitas.
“Kami libatkan warga agar tanaman yang ditanam bisa dijaga bersama. Alam sebenarnya sudah punya sistemnya sendiri, selama manusia tidak merusak,” ucap Nesya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....