Eksploitasi Gunung di Banten Picu Krisis Lingkungan

  • 11 Des 2025 11:41 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kerusakan gunung dan kawasan hutan di Provinsi Banten semakin mengkhawatirkan. Pembukaan lahan, penebangan pohon, dan aktivitas pertambangan diduga menjadi penyebab utama turunnya kualitas lingkungan.

Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaluddin mengungkapkan, gunung merupakan wadah air yang menyimpan hingga 80 persen sumber kehidupan manusia.

Baca juga: Penggiat Lingkungan Ingatkan Banten Hadapi Krisis Sampah Serius

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Banten, mulai Serang, Pandeglang, Lebak hingga Cilegon menunjukkan tanda kerusakan serius. Ia menerangkan ketidakseimbangan antara penebangan dan reboisasi telah membuat hutan menyusut setiap tahun.

“Setiap tahun luas hutan berkurang. Penebangan dan alih fungsi lahan berlangsung tanpa kontrol,” ujarnya dalam Dialog Pro 1 RRI Banten, Kamis (11/12/2025).

Lulu memaparkan, kondisi ini telah memicu berbagai bencana, termasuk longsor besar di Lebak Selatan dan kawasan Citorek. “Kalau gunung rusak, masyarakat yang paling menderita,” katanya.

Di lapangan, relawan sering berhadapan dengan oknum berkekuatan modal yang menguasai aktivitas penebangan dan pengangkutan kayu.

"Banyak warga takut bersuara karena merasa tidak memiliki perlindungan. Kondisi ini membuat upaya pelestarian berjalan lambat," ucapnya.

Baca juga: Gunung Pulosari Masih Menjadi Daya Tarik Pendaki

Ia menegaskan pentingnya tindakan tegas pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk menginventarisasi kerusakan, mengawasi aktivitas pertambangan, dan menjatuhkan sanksi berat kepada pelaku perusakan lingkungan.

"Tanpa intervensi pemerintah, kerusakan akan terus berlanjut," kata dia.

Lulu berharap peringatan Hari Gunung Internasional bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik balik perbaikan kebijakan lingkungan di Banten. “Gunung adalah sumber kehidupan. Kalau rusak, rakyat yang terserak,” ujarnya. (Kartika Rahmi Wijayanti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....