Sampah Pendaki Jadi Ancaman Ekosistem Gunung

  • 11 Des 2025 11:47 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Ancaman kerusakan gunung di Banten tidak hanya datang dari penebangan liar, tetapi juga dari perilaku pendaki dan wisatawan yang belum memiliki kesadaran lingkungan. Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaluddin, dalam Dialog Pro 1 RRI Banten, Kamis (11/12/2025) mengatakan bahwa saat ini banyak pendaki FOMO naik gunung hanya demi foto, bukan demi kecintaan terhadap alam. Fenomena ini, ujarnya, memicu menumpuknya sampah di jalur pendakian.

Lulu menyebut sebagian besar pendaki baru tidak memahami etika dasar mendaki gunung. “Mereka naik untuk foto latar puncak, tapi meninggalkan sampah. Itu yang sering kami temukan,” ucapnya.

Relawan, kata dia hampir selalu turun gunung sambil membawa karung berisi sampah yang ditinggalkan pengunjung. Sampah plastik dan limbah makanan yang tertinggal dapat merusak ekosistem, mencemari sumber air, dan mengganggu habitat satwa.

Lulu menegaskan bahwa gunung bukan tempat untuk memuaskan gaya hidup digital, tetapi ruang yang harus dijaga keberlanjutannya. Komunitas pecinta alam di Banten telah berusaha memberikan edukasi, mulai dari membawa trash bag sendiri hingga menanam bibit pohon di jalur pendakian. Namun upaya ini sering tidak sebanding dengan jumlah wisatawan yang datang tanpa pengetahuan konservasi. “Kalau naik gunung, tinggalkan jejak, bukan sampah,” katanya.

Lulu mendesak pemerintah daerah untuk membuat aturan tegas mengenai pembekalan wajib sebelum pendakian. Edukasi, kontrol jumlah pendaki, dan sanksi bagi pembuang sampah diperlukan untuk menekan kerusakan. “Pengawasan harus diperketat supaya gunung tidak semakin terluka,” ujarnya.

Ia berharap momentum Hari Gunung Internasional dapat menyadarkan pendaki bahwa mereka memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, gunung hanya akan tetap indah jika seluruh pengunjung menjaga etika dan tanggung jawabnya. (Bachtiar Rahadi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....