AOPGI Banten Edukasi Generasi Muda Lewat Coaching Clinic

  • 17 Apr 2026 13:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) regional Banten terus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui kegiatan coaching clinic yang menyasar pelajar tingkat SMA dan SMK di wilayah Banten. Program ini menjadi bagian dari rangkaian Green Safety Initiative yang mengedepankan edukasi keselamatan dan etika dalam aktivitas pendakian.

Ketua Umum AOPGI Banten, Deni Ahmad Fanani menjelaskan, edukasi menjadi langkah awal yang penting untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus membangun kepedulian terhadap alam sejak dini.

“Kami menyasar hulu, yaitu edukasi. Dengan pembekalan yang tepat, para pelajar bisa memahami bagaimana beraktivitas di alam dengan aman sekaligus bertanggung jawab,” ujarnya dalam talkshow Jaga Malam RRI Pro 2 Banten, Kamis 16 April 2026.

Dalam coaching clinic ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari medical first response (MFR), etika pendakian, hingga persiapan fisik sebelum melakukan aktivitas outdoor. Materi tersebut dinilai krusial mengingat meningkatnya minat generasi muda terhadap kegiatan alam bebas.

Menurut Deni, masih banyak pendaki pemula yang belum memahami dasar keselamatan, sehingga berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Banyak yang naik gunung hanya ikut tren tanpa persiapan. Padahal, risiko di alam itu nyata. Karena itu, edukasi ini menjadi penting agar mereka tidak hanya menikmati, tapi juga memahami,” katanya.

Sementara Bidang Media dan Publikasi AOPGI Banten, Nesya Aulia menambahkan, pemilihan pelajar SMA/SMK didasarkan pada kesiapan mental dan kemampuan mereka dalam menerima serta menyebarkan informasi.

“Mereka sudah bisa mengambil keputusan dan diharapkan bisa menularkan ilmu yang didapat ke teman-temannya. Jadi efeknya bisa berkelanjutan,” katanya.

Selain aspek keselamatan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai etika pendakian, seperti tidak merusak lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kelestarian flora dan fauna.

Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya aktif di kegiatan outdoor, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan keselamatan dalam setiap aktivitasnya.

“Pendaki itu bukan hanya penikmat alam, tapi juga penjaga alam. Itu yang ingin kami tanamkan,” ujar Nesya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....