Harga Bapok yang Dirilis Pemerintah Dinilai Tidak Sesuai Kondisi di Lapangan
- 03 Apr 2026 22:13 WIB
- Banten
Poin Utama
- Masyarakat nilai Pemerintah rilis harga komofitas holtikulturan dan bahan pokok tidak sesuai kondisi riil dilapangan
- Harga cabai dan bawanf merah masih tinggi
- perbedaan harga bisa terjadi karena waktu dan lokasi pengambilan data.
- data tersebut merupakan hasil pemantauan berkala yang dilakukan di lapangan
RRI.CO.ID, Lebak - Sejumlah warga Lebak menilai harga komoditas holtikultura dan bahan pokok yang dirilis pemerintah tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi riil di pasar. Perbedaan ini memicu pertanyaan dari masyarakat.
Salah seorang warga Rangkasbitung, Entin. mengaku menemukan harga yang lebih tinggi saat berbelanja langsung di pasar.
“Kalau di pasar, cabai rawit orange bisa sampai Rp100 ribu per kilo. Minyak goreng Minyakita juga Rp19 ribu per liter, bawang merah bahkan bisa Rp55 ribu per kilo,” ungkap Entin, saat ditemui tengah berbelanja di pasar Rangkasbitung, Jum'at, 3 April 2026.
Ia berharap pemerintah dapat menyajikan data harga yang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan agar tidak membingungkan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani , menjelaskan perbedaan harga bisa terjadi karena waktu dan lokasi pengambilan data.
“Harga yang kami rilis merupakan harga rata-rata hasil pantauan pada waktu tertentu. Di lapangan, harga bisa berbeda tergantung pasokan, distribusi, dan kondisi pasar saat itu,” kata Yani.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus meningkatkan akurasi data agar dapat menjadi rujukan yang lebih representatif bagi masyarakat dan pelaku usaha. Menurutnya, Pemkab Lebak pun berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan di daerah.
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak merilis daftar harga terbaru komoditas pertanian di Pasar Rangkasbitung per Kamis, 2 April 2026. Data tersebut menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas hortikultura, terutama kelompok cabai. Komoditas cabai rawit orange menjadi yang tertinggi di antara jenis cabai lainnya dengan harga mencapai Rp85.000 per kilogram. Harga tersebut menjadi perhatian karena berada jauh di atas komoditas cabai lainnya.
Sementara cabai merah tercatat relatif stabil di angka Rp50.000 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau mengalami penurunan sebesar Rp3.750 menjadi Rp41.250 per kilogram. Untuk jenis cabai lainnya, cabai keriting mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 sehingga kini berada di harga Rp39.000 per kilogram. Fluktuasi ini menunjukkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar.
Selain cabai, kelompok komoditas bawang juga mengalami perubahan harga. Bawang merah naik sebesar Rp2.500 menjadi Rp42.500 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih mengalami penurunan tipis sebesar Rp500 dan kini dijual seharga Rp37.500 per kilogram. Perubahan ini dinilai masih dalam batas wajar.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga relatif stabil. Beras kualitas I dijual Rp13.500 per kilogram dan beras kualitas II Rp12.800 per kilogram. Komoditas lain seperti kedelai, gula pasir, dan minyak goreng masing-masing berada di harga Rp12.000 per kilogram, Rp17.500 per kilogram, dan Rp15.700 per liter.
Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar menjelaskan, data tersebut merupakan hasil pemantauan berkala yang dilakukan di lapangan.
“Harga ini merupakan hasil monitoring rutin kami di pasar. Kami berupaya menyajikan data yang akurat sebagai acuan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujar Rahmat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....