Bulog Serang Tambah Pasokan 20 Ribu Dus MinyaKita, Distribusi Dilakukan Dua Tahap

  • 27 Jul 2026 13:22 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Tambahan pasokan MinyaKita mulai masuk ke Gudang Perum Bulog Cabang Serang untuk memperkuat ketersediaan minyak goreng di pasaran. Sebanyak 20 ribu dus atau setara 240 ribu liter didatangkan dalam dua tahap, yakni pada Senin dan Rabu, sebelum disalurkan ke ratusan mitra dan pengecer di wilayah Serang Raya dan Cilegon.

Kepala Perum Bulog Cabang Serang Eko Nugroho mengatakan, pasokan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di pasar-pasar yang menjadi lokasi Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), karena permintaan masyarakat terhadap MinyaKita masih cukup tinggi. "Pasokan MinyaKita datang dua tahap, Senin dan Rabu, totalnya 20 ribu dus atau sekitar 240 ribu liter. Seluruhnya diperuntukkan bagi pengecer, khususnya di pasar-pasar SPHP karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi," kata Eko kepada RRI, Senin, 27 Juli 2026.

Dengan tambahan tersebut, stok MinyaKita yang dikuasai Bulog Cabang Serang kini mencapai sekitar 400 ribu liter. Persediaan itu diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir bulan depan.

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui jaringan distribusi yang telah dibangun Bulog. Saat ini tercatat sebanyak 478 mitra aktif menjadi bagian dari distribusi MinyaKita di wilayah kerja Bulog Cabang Serang, sehingga pasokan diharapkan lebih cepat menjangkau pasar dan pengecer.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Bulog juga rutin mengawasi peredaran MinyaKita di lapangan. Tim diterjunkan ke sejumlah pasar untuk memantau ketersediaan stok sekaligus memastikan harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah.

"Kami selalu menurunkan tim ke pasar untuk mengecek harga dan stok. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan MinyaKita dengan harga sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah," ujar Eko.

MinyaKita ditebus mitra dari Bulog dengan harga Rp14.500 per liter, sedangkan harga jual kepada masyarakat mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....