Bulog Target Serap 16 Ribu Ton Gabah Petani Pandeglang

  • 26 Jan 2026 16:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menetapkan target penyerapan gabah sebesar 16.000 ton untuk tahun 2026. Target yang bekerja sama dengan Perum Bulog ini muncul setelah realisasi serapan gabah sepanjang tahun 2025 dinilai berhasil memenuhi ekspektasi pusat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPKP Pandeglang, Sopiyah menyatakan, penyerapan gabah di lapangan melibatkan sinergi lintas sektoral antara penyuluh, Babinsa, dan kepolisian. Langkah ini dilakukan guna memastikan petani mendapatkan harga kompetitif di angka Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut diklaim lebih tinggi dibandingkan harga di tingkat tengkulak yang seringkali terpotong biaya operasional lapangan dan transportasi.

"Target kita dengan Bulog itu sekitar 16.000 ton untuk Kabupaten Pandeglang tahun 2026," ucapnya, Senin 26 Januari 2026.

Baca juga: Bulog Pastikan Kualitas Beras Impor Baik

DPKP mencatat terdapat lonjakan signifikan pada sisi produksi padi pada tahun 2025. Dari target produksi sebesar 700.000 ton, realisasi di lapangan justru menembus angka lebih dari 900.000 ton, bahkan mendekati satu juta ton. DPKP berharap surplus produksi ini menjadi modal kuat bagi Kabupaten Pandeglang dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus menyuplai kebutuhan nasional melalui skema kemitraan bersama Bulog.

Namun, ia mengakui capaian positif ini masih menyisakan catatan kritis terkait rantai pasok. Hingga saat ini, Bulog belum memiliki gudang pengolahan mandiri yang mampu memproses gabah hingga menjadi beras secara terintegrasi di wilayah Pandeglang. Ia menilai kondisi tersebut memaksa alur birokrasi pelaporan menjadi lebih panjang, karena petani harus melapor beberapa hari sebelum realisasi pengangkutan dilakukan oleh pihak Bulog.

"Harga saat ini tetap Rp6.500 karena belum ada informasi perubahan dari pusat. Harga ini lebih tinggi dibanding tengkulak karena kita langsung sergap di tempat," ujarnya.

Baca juga: Bulog Lebak Hentikan Sementara Penyerapan Gabah Petani

Ia pun menambahkan tantangan non-teknis seperti aksesibilitas transportasi dari lahan persawahan menuju jalan utama masih menjadi keluhan petani. Lokasi sawah yang menjorok ke dalam menyulitkan mobilisasi hasil panen, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Keterbatasan alat transportasi ini dianggapnya seringkali memperlambat proses "sergap" atau serap gabah yang seharusnya bisa dilakukan secara instan saat panen berlangsung.

Memasuki akhir Januari 2026, DPKP mencatat realisasi serapan mulai berjalan di beberapa titik seperti Kecamatan Patia sebanyak 20 ton, Picung 15 ton, dan wilayah Sobang yang tercatat sudah mencapai 200 ton. Sopiyah optimistis target 16.000 ton yang ditetapkan Bulog dapat terpenuhi mengingat potensi panen raya yang akan berlangsung pada akhir Februari hingga April mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....