Serapan Gabah Petani Lebak - Pandeglang Lebihi Target Bulog
- 11 Jul 2026 16:52 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Realisasi serapan gabah kering panen (GKP) petani di Kabupaten Lebak dan Pandeglang sejak awal Januari hingga akhir Juni 2026 berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Perum Bulog. Total gabah yang berhasil diserap mencapai 40 ribu ton.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20 ribu ton beras. Capaian itu melampaui target Bulog Pusat yang ditetapkan sebesar 37.500 ton. Dengan demikian, realisasi serapan telah mencapai sekitar 103 persen dari target.
Kepala Cabang Bulog Lebak dan Pandeglang, Muhammad Syaukani, di Lebak mengatakan keberhasilan tersebut didukung oleh tingginya produksi panen di wilayah tersebut. Kondisi produksi padi yang terus meningkat membuat penyerapan gabah dari petani berjalan optimal.
"Alhamdulillah, hingga akhir Juni 2026 serapan gabah kering panen di wilayah Lebak dan Pandeglang telah mencapai sekitar 40 ribu ton atau setara 20 ribu ton beras. Angka ini telah melampaui target yang diberikan Bulog Pusat," ujar Syaukani, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tingginya capaian serapan tidak terlepas dari keberhasilan petani dalam meningkatkan hasil panen. Produksi padi di kedua kabupaten dinilai mampu memenuhi kebutuhan daerah bahkan mengalami surplus.
Kondisi tersebut membuat pasokan gabah yang masuk ke Bulog terus meningkat selama musim panen. Bulog pun terus melakukan pembelian gabah langsung dari petani.
Langkah tersebut dilakukan agar hasil panen petani terserap dengan baik. Kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
"Meskipun target serapan sudah terlampaui, Bulog tetap melakukan penyerapan gabah dari petani agar hasil panen mereka tetap memiliki kepastian pasar," ucapnya.
Ia menyebutkan, keberlanjutan penyerapan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya pembelian oleh Bulog, petani memiliki jaminan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Saat ini harga pembelian gabah kering panen secara nasional ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut menjadi acuan dalam pembelian gabah oleh Bulog.
Kebijakan itu diharapkan mampu memberikan keuntungan yang layak bagi petani. Gabah yang telah diserap kemudian diproses menjadi beras sesuai kebutuhan pemerintah.
Beras tersebut selanjutnya dialokasikan untuk berbagai program bantuan sosial dan bantuan pangan. Sebagian stok juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain yang memerlukan pasokan beras.
"Stok gabah dan beras yang kami serap akan dimanfaatkan untuk mendukung program bantuan pangan pemerintah sekaligus memperkuat cadangan beras nasional," ujar Syaukani.
Bulog optimistis penyerapan gabah di Lebak dan Pandeglang akan terus berjalan hingga musim panen berikutnya sebagai bentuk dukungan terhadap petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....