Bulog Lebak Hentikan Sementara Penyerapan Gabah Petani
- 07 Jul 2025 19:42 WIB
- Banten
KBRN,Lebak: Perum Bulog Cabang Lebak saat ini menghentikan sementara penyerapan gabah dari petani akibat kapasitas gudang yang telah penuh. Hingga awal Juli 2025, Bulog Lebak telah menyerap sekitar 35 ribu ton gabah dari petani di wilayah Lebak dan Pandeglang.
Kepala Kantor Bulog Cabang Lebak, Agung Trisakti, mengungkapkan tiga gudang milik Bulog sudah terisi penuh. Bahkan, pihaknya telah menyewa tambahan lima gudang untuk menampung hasil panen petani.
“Kalau di kita sih sejauh ini sudah menyerap di angka 35 ribu ton. Dan sekarang tiga gudang yang kita punya sudah penuh dengan gabah dari petani Lebak dan Pandeglang. Kita juga menyewa lima gudang tambahan,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Senin (7/7/2025).
Akibat keterbatasan ruang penyimpanan, Bulog Lebak saat ini memfokuskan upaya pada penyaluran stok beras yang sudah tersedia, khususnya dalam bentuk bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.
“Sementara penyerapan kita hentikan karena gudang sudah penuh. Jadi, stok yang ada sekarang ini kita sedang fokus untuk penyaluran bantuan pangan bagi KPM, dan juga kita lepas ke pasaran dalam bentuk beras SPHP,” ucapnya.
Terkait harga beli gabah dari petani, Agung menyebutkan sesuai ketentuan pemerintah, harga ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Tidak ada batasan jumlah penyerapan, selama kapasitas gudang masih memungkinkan.
“Nanti kalau sudah ada space di gudang, baru kita lakukan lagi penyerapan dari petani. Nggak ada batasan penyerapan, kita serap sebanyak-banyaknya sesuai kapasitas gudang yang kita punya,” katanya.
Untuk menjaga kualitas, Bulog mengikuti instruksi pemerintah mengenai penerimaan gabah dengan prinsip "any quality", yang kemudian diolah menjadi beras bekerja sama dengan mitra lokal.
“Kalau kualitas gabah itu kan memang sudah ada inpresnya dari pemerintah untuk any quality. Untuk pengolahannya itu kita kerja sama dengan mitra lokal, digiling menjadi beras. Setelah jadi beras, baru dimasukkan ke gudang Bulog,” ujar Agung.
Dengan stok yang masih melimpah dan gudang penuh, masyarakat diharapkan tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau melalui berbagai program intervensi pasar yang tengah digencarkan oleh Bulog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....