Dalam Sebulan, Komplek Grand Sutera Tiga Kali Terendam Banjir

  • 12 Jan 2026 14:29 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Banjir kembali merendam kawasan Grand Sutera di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang sejak Minggu (11/1/2026) malam. Ini menjadi banjir ketiga yang dialami warga setempat, dalam satu bulan terakhir. Namun kejadian banjir kali ini, menjadi yang paling parah sehingga melumpuhkan aktivitas warga.

Ketua RW 14 Grand Sutera, Suharja mengatakan, banjir kali ini berdampak luas di wilayahnya. Di bagian belakang permukiman, sekitar 75 kepala keluarga terdampak. Sementara di area depan, sekitar 25 hingga 35 kepala keluarga mengungsi ke masjid.

“Yang mengungsi ke masjid kebanyakan warga RT 3. Di RW 14, blok yang paling parah itu blok A, B, C, dan E,” ujar Suharja, Senin (12/1/2026).

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Kota Serang

Ia menjelaskan, genangan air juga meluas ke wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Walantaka. Ketinggian air bervariasi di setiap titik. Di bagian depan kawasan, genangan rata-rata setinggi lutut orang dewasa. Sementara di area belakang permukiman, air mencapai pusar.

“Kalau di belakang bisa sampai pusar, kalau di depan rata-rata selutut,” katanya.

Warga saat ini mengungsi sementara di masjid lingkungan RW 14. Namun, kapasitasnya terbatas sehingga sebagian warga diarahkan ke balai warga di bagian depan kawasan.

Baca juga: Alih Fungsi Sungai Picu Banjir Kawasan Banten Lama

“Kalau semua mengungsi ke masjid tidak tertampung. Balai warga kami siapkan untuk menampung sebagian warga,” ucap Suharja.

Salah seorang warga terdampak, Sugiyati, warga Blok B4 RW 14 mengaku, banjir membuat kondisi rumah tidak dapat ditempati dengan nyaman. Air masuk ke dalam rumah sejak sehari sebelumnya dan menyulitkan aktivitas sehari-hari.

“Sedih, karena air masuk ke rumah. Mau ke mana-mana juga susah. Ini sudah yang ketiga kali dalam sebulan. Kemarin banjir, surut, lalu banjir lagi,” kata Sugiyati.

Baca juga: Banjir, Ratusan Warga Bumi Kasemen Mengungsi

Sugiyati mengatakan, sebagian barang rumah tangga masih bisa diselamatkan dengan cara ditinggikan. Beruntung dokumen penting telah diamankan lebih dulu. “Barang-barang digantung pakai bata. Dokumen penting sudah kami amankan,” katanya.

Sejak pagi hari, Sugiyati bersama keluarga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Warga menilai banjir berulang dalam waktu singkat memberi dampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Harapannya sungainya dinormalisasi, dikeruk, supaya tidak banjir lagi,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....