Gunung Pulosari Masih Menjadi Daya Tarik Pendaki

  • 19 Jul 2025 16:30 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Gunung Pulosari yang terletak di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih menjadi daya tarik bagi para pendaki. Dalam enam bulan terakhir, jumlah kunjungan wisatawan ke gunung tersebut tercatat cukup tinggi, terutama saat akhir pekan.

Menurut Pengelola Basecamp Gunung Pulosari melalui jalur Cihunjuran, sekaligus anggota Asosiasi Pemandu Wisata Gunung Indonesia (APGI), Asep Prahman, rata-rata jumlah pendaki pada hari kerja berkisar antara 20 hingga 50 orang perhari. Sementara saat akhir pekan atau hari libur nasional, jumlahnya bisa melonjak sekitar 400 hingga 500 orang per hari.

Baca juga: Akibat Cuaca Ekstrem Jalur Pendakian Gunung Pulosari Ditutup

Dengan ramainya para pendaki setiap harinya, pengelola jalur pendakian Gunung Pulosari melalui jalur Cihunjuran terus meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan. Menurut Asep, setiap pendaki yang akan naik gunung diwajibkan mengikuti briefing dan pemeriksaan perlengkapan sebelum memulai pendakian.

“Setiap pendaki, baik itu perorangan maupun rombongan, wajib mengikuti briefing. Di situ kami sampaikan tata tertib, kesiapan fisik dan mental, perlengkapan wajib, hingga etika saat berinteraksi dengan masyarakat lokal,” ucapnya, Sabtu (19/7/2025).

Sebelum melakukan pendakian setiap pendaki, baik perorangan maupun rombongan akan dicek terlebih dahulu oleh pengelola baik kesiapan fisik, mental, perlengkapan wajib, hingga penyampaian etika saat berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Pulosari via Cihunjuran Dibuka Kembali

Menurut Asep, pemeriksaan perlengkapan pun dilakukan secara ketat. Yang mana pendaki yang tidak membawa perlengkapan standar seperti sepatu, jas hujan, alat penerangan, hingga tenda untuk bermalam, tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan.

“Gunung tidak membedakan siapa yang mendaki, anak pejabat atau anak petani, semua harus siap fisik, mental, dan menjaga kelestarian. Gunung tetap akan hujan dan badai pada siapa pun yang tidak siap,” kata Asep.

Dengan adanya pengecekan keamanan dan pendekatan edukatif, Asep berharap tren wisata Fear of Missing Out atau FOMO yang kini marak di kalangan anak muda, dapat menjadi gerakan wisata yang sadar akan lingkungan dan keamanan berwisata, khususnya wisata pendakian. (Ridwan Maulana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....