Jelang SPMB, Sekolah Diingatkan Tak Wajibkan Siswa Beli Buku

  • 21 Apr 2025 14:36 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengingatkan pengelola sekolah, baik SD dan SMP, agar tak membebankan siswa membeli buku sebagai bahan penunjang kegiatan belajar mengajar.

Selain buku, sekolah juga ditekankan tidak mewajibkan wali murid membeli seragam olahraga dan melakukan pungutan iuran bangunan di masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 mendatang.

“Penerimaan murid baru ini banyak unsur fraud-nya, kecurangannya. Hati-hati ya, mulai dari pengadaan baju seragam, pengadaan buku-buku, uang bangunan, dan lain sebagainya. Kita tidak boleh menutup mata terkait hal tersebut. Biarkan mereka suruh beli seragamnya masing-masing,” ucap dia, Senin (21/4/2025).

Baca juga: Bupati Dewi Larang Pungutan Acara Perpisahan Sekolah

Dia menyarankan, ada baiknya pihak sekolah dapat memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan yang bisa dipinjamkan kepada siswa secara bergiliran. Sementara untuk seragam olahraga, bisa disiasati dengan memakai kaos warna senada.

“Misalnya baju olahraga kita warna coklat muda. Berarti hari itu dia suruh pakai warna coklat muda supaya sama dengan yang lain. Atau pakai kaos yang dia punya baik ya seperti itu. Jadi jangan memaksakan,” kata Dewi mengingatkan.

Menurut bupati, apabila pihak sekolah membebankan siswa membeli buku maka dikhawatirkan akan merepotkan orang tua siswa. Terlebih di masa ekonomi sulit seperti saat ini. Sebab itulah pihak sekolah harus mampu memahami kondisi tersebut.

Baca juga: Dindikpora Pandeglang Terbitkan Edaran Larangan Perayaan Kenaikan Kelas

“Paling bapak ibu guru cuma dapat seberapa sih dari harga kaos, harga buku? Tapi ramainya ke ujung dunia dan capekn-ya kalau itu digoreng-goreng sama pihak-pihak yang menginginkan kelemahan kita,” ujarnya.

Bupati Dewi menekankan, penilik, pengawas, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), maupun Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), untuk rutin melakukan monitoring ke setiap satuan pendidikan, untuk memastikan hal itu tidak terjadi.

“Bapak Ibu, Korwil (Koordinator Wilayah), pengawas, rajin-rajin turba, turun ke bawah,” kata Bupati Dewi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....