Dindikbud Kota Serang Petakan 4.500 Lulusan SD yang Tak Ikut SPMB
- 08 Jul 2026 10:31 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mulai memetakan keberlanjutan pendidikan sekitar 4.500 lulusan Sekolah Dasar (SD) yang tidak tercatat mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri tahun ajaran 2026/2027. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh layanan pendidikan dan tidak masuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, berdasarkan data sementara terdapat sekitar 13 ribu lulusan SD di Kota Serang pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.839 siswa tercatat mengikuti SPMB SMP negeri.
Sementara daya tampung seluruh SMP negeri di Kota Serang hanya mencapai 8.559 kursi. Dengan demikian terdapat selisih sekitar 280 siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Namun pemerintah telah menyiapkan solusi melalui kerja sama dengan sejumlah SMP swasta gratis sehingga seluruh siswa yang mendaftar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
"Yang diterima sesuai daya tampung sebanyak 8.559 siswa. Pendaftarnya sekitar 8.839 siswa sehingga ada selisih sekitar 280 siswa yang akan kami distribusikan ke sekolah swasta gratis," kata Ahmad Nuri, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Ahmad Nuri, perhatian pemerintah saat ini bukan hanya menyelesaikan proses penerimaan di SMP negeri, tetapi juga memastikan sekitar 4.500 lulusan SD yang tidak mengikuti SPMB negeri benar-benar melanjutkan pendidikan melalui jalur lain.
Ia menjelaskan, tidak seluruh lulusan SD wajib mendaftar ke SMP negeri. Sebagian besar diperkirakan memilih melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs), pondok pesantren, SMP swasta berbayar maupun gratis, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga Sekolah Rakyat.
Meski demikian, Dindikbud belum dapat memastikan jumlah siswa pada masing-masing jalur tersebut. Karena itu, pendataan akan dilakukan bersama berbagai lembaga penyelenggara pendidikan agar pemerintah memiliki data yang valid.
"Kami ingin memastikan sisa lulusan SD ini ke mana melanjutkan sekolahnya. Jangan sampai ada anak usia SMP yang justru tidak melanjutkan pendidikan sehingga masuk kategori Anak Tidak Sekolah," ujarnya.
Untuk memperoleh data tersebut, Dindikbud akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Serang guna memperoleh data siswa yang masuk ke Madrasah Tsanawiyah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), pengelola PKBM, penyelenggara Sekolah Rakyat, serta sekolah swasta di Kota Serang.
Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan di Kota Serang, termasuk sebagai bahan evaluasi pemerataan akses pendidikan dan penyusunan program penanganan ATS. Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena tidak mengikuti jalur SPMB negeri.
Melalui pemetaan yang dilakukan setelah proses SPMB selesai, Dindikbud berharap seluruh lulusan SD di Kota Serang dapat terdata sesuai jenjang pendidikan yang dipilih. Dengan data tersebut, pemerintah daerah dapat memastikan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah di Kota Serang.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan sekolah swasta gratis merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Serang memperluas akses pendidikan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan daya tampung SMP negeri.
Usai pengumuman hasil SPMB, tahapan selanjutnya adalah daftar ulang bagi peserta didik yang dinyatakan lolos pada 7 hingga 10 Juli 2026. Setelah proses tersebut selesai, sekolah akan melakukan pengukuran seragam gratis sebagai persiapan dimulainya tahun ajaran baru.
"Setelah daftar ulang, siswa akan mengikuti pengukuran seragam gratis. Di saat yang sama, sekolah juga mulai menyiapkan proses pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak hari pertama masuk sekolah," kata Ahmad Nuri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....