Hari Terakhir SPMB, Pengaduan Didominasi Penyesuaian Titik Koordinat Domisili
- 03 Jul 2026 06:32 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Perubahan titik koordinat domisili menjadi pengaduan terbanyak pada hari terakhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Serang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menerima rata-rata 25 hingga 30 pengaduan setiap hari, dengan mayoritas berkaitan dengan penyesuaian lokasi domisili calon peserta didik.
Kepala Bidang SMP Dindikbud Kota Serang, Ahmad Supi, mengatakan sebagian besar pengaduan muncul karena titik koordinat yang digunakan saat pendaftaran tidak sesuai dengan alamat pada dokumen kependudukan. Ada pula orang tua yang tidak menyadari lokasi yang muncul di sistem berbeda dengan alamat tempat tinggal.
"Yang paling banyak memang titik koordinat. Ada yang salah input, ada juga yang orang tua tidak tahu kalau titik koordinatnya ternyata tidak sesuai," kata Ahmad Supi, Kamis, 2 Juli 2026.
Untuk menangani persoalan tersebut, Dindikbud menyiapkan petugas yang bertugas mencocokkan kembali titik koordinat dengan alamat pada Kartu Keluarga sebelum data diperbaiki. Ahmad juga mengungkapkan petugas menemukan sejumlah pendaftar yang mengubah titik koordinat agar terlihat lebih dekat dengan sekolah tujuan.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena sistem akan mencocokkan lokasi yang diinput dengan alamat pada dokumen kependudukan. "Ada yang mengubah titik koordinat karena ingin mendaftar ke sekolah favorit. Ketika disandingkan dengan alamat, datanya tidak sesuai sehingga otomatis ditolak. Setelah datang ke posko pelayanan, titik koordinatnya kami sesuaikan kembali dengan alamat yang sebenarnya," ujarnya.
Selain perubahan titik koordinat, pengaduan juga berkaitan dengan dokumen kependudukan. Salah satunya dialami Sukma, orang tua calon peserta didik jalur domisili.
| Baca juga: Cuaca Banten Didominasi Berawan Hari Ini |
Ia mengaku sempat beberapa kali mengunggah Kartu Keluarga, namun dokumen tersebut belum dapat diverifikasi karena berkas lama tidak terbaca dengan jelas. Setelah mendatangi posko pelayanan Dindikbud, petugas membantu memeriksa dan menyesuaikan dokumen sehingga proses pendaftaran kedua anaknya dapat diselesaikan.
"Alhamdulillah lancar. Dibantu di sini semuanya, sekarang sudah beres," kata Sukma.
Pelayanan pengaduan ditutup bersamaan dengan berakhirnya masa pendaftaran SPMB pada Rabu sore. Meski demikian, Dindikbud Kota Serang tetap melanjutkan proses verifikasi seluruh berkas pendaftar hingga tahapan seleksi selesai sesuai jadwal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....