Banjir Kembali Merendam Belasan Kecamatan di Pandeglang

  • 18 Jan 2025 12:34 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali terendam banjir. Sedikitnya 18 desa di 11 kecamatan tegenang banjir sejak Sabtu, (18/1/2025) dini hari. Banjir diakibatkan luapan sejumlah aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan yang mengguyur sebagian daerah Pandeglang sejak Jumat (17/1/2025) malam.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana menyebut, 11 kecamatan yang terendam banjir diantaranya Kecamatan Patia, Sumur, Munjul, Cikeusik, Sobang, Picung, Sukaresmi, Panimbang, dan Kecamatan Pagelaran.

Baca juga: Pandeglang Dikepung Banjir, 13 Kecamatan Terendam

“Ada 11 kecamatan dan 18 desa yang dilaporkan terendam. Ya ini karena pendangkalan sungai, saluran air juga,” kata dia saat dikonfirmasi RRI, Sabtu (18/1/2025).

Diperkirakan, ribuan rumah warga saat ini terendam banjir. Daerah paling parah terendam banjir berada di Kecamatan Sobang. Dibeberapa titik, genangan banjir menyentuh pinggang orang dewasa.

“Yang paling parah mungkin laporan saat ini di Kampung Apolo, Desa Bojen, Kecamatan Sobang. Ketinggiannya sampai pinggar orang dewasa,” ucap dia.

Baca juga: BPBD: 15.405 Warga Pandeglang Terdampak Banjir

Selain mengakibatkan ribuan rumah terendam, banjir juga dilaporkan menyebabkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Namun, BPBDPK masih melakukan pendataan jenis kerusakan dan titik mana saja yang terdampak.

“Saat ini, BPBDPK sudah mengirimkan lima tim ke daerah terdampak banjir. Nanti kalau ada kecamatan yang sudah landai, kami tarik untuk membantu daerah yang masih terendam,” ucap Nana.

Sementara Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pandeglang, Ade Mulyana mengatakan, ratusan warga yang terdampak banjir mulai mengungsi. Di Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul ada 120 Kepala Keluarga, dan sekitar 240 KK dari Desa Bojen, Kecamatan Sobang.

Baca juga: Pendangkalan Sungai Jadi Penyebab Banjir di Pandeglang

“Mereka mengungsi di masjid. Saat ini Dinas Sosial mulai membangun dapur umum di Kampung Cilamis, Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul,” kata Ade.

Dia mengungkapkan, saat ini masyarakat membutuhkan sembako, makanan siap saji, selimut, dan perahu karet untuk mengevakuasi masyarakat lansia.

“Saat ini cuaca mulai cerah, tetapi hulu sungai masih terpantau mendung sehingga masih berpotensi diguyur hujan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....