Revitalisasi Kali Sultan, Aktivitas Nelayan Karangantu Dipindah Sementara
- 02 Jun 2026 12:33 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Sekitar 50 perahu nelayan yang biasa bersandar di kawasan Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, akan dipindahkan sementara ke Kali Cengkok untuk mendukung pelaksanaan normalisasi dan revitalisasi Kali Sultan yang dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini. Pemindahan dilakukan agar proses pengerjaan sungai dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas nelayan maupun pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3).
Camat Kasemen Sugiri mengatakan, pemerintah kecamatan bersama BBWSC3 telah melakukan sosialisasi kepada nelayan dan pemilik kapal yang terdampak rencana penataan tersebut. "Kami sudah melakukan sosialisasi dan akan kembali mengundang para nelayan serta pemilik kapal. Perahu-perahu yang berada di lokasi pekerjaan nantinya dipindahkan sementara ke Kali Cengkok," kata Sugiri, Selasa, 2 Juni 2026.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 50 armada nelayan yang akan direlokasi tempat tambatnya selama pekerjaan berlangsung. Meski demikian, aktivitas melaut dipastikan tidak terganggu karena lokasi baru masih berada di kawasan muara yang sama.
"Lokasinya tidak jauh, masih di kawasan yang sama. Hanya berpindah jalur tambat sehingga nelayan tetap bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
Menurut Sugiri, revitalisasi Kali Sultan diperlukan karena sedimentasi terus terjadi meskipun sungai tersebut telah beberapa kali dinormalisasi. Pendangkalan menyebabkan kapasitas aliran air berkurang sehingga meningkatkan potensi genangan ketika debit air naik, terutama saat terjadi pasang laut.
Kasemen yang berada di wilayah muara menjadi daerah penerima aliran air dari sejumlah kawasan hulu di Kota Serang. Karena itu, kapasitas sungai dinilai berpengaruh terhadap upaya pengendalian banjir di wilayah pesisir.
"Kasemen ini daerah muara. Air dari wilayah atas semuanya turun ke sini. Karena itu normalisasi sungai menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini terjadi," katanya.
Pekerjaan revitalisasi Kali Sultan diperkirakan berlangsung antara tiga hingga enam bulan dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2026. Selain Kali Sultan, program pengendalian banjir juga dilakukan di sejumlah titik lain yang selama ini mengalami pendangkalan dan penyempitan alur sungai.
Empat lokasi yang menjadi prioritas penanganan meliputi Kali Cibanten, Kali Sultan atau Kali Karangantu, Kanal Banten Lama hingga kawasan Pecinan, serta Kali Ciwaka di Kelurahan Sawah Luhur. Saat ini BBWSC3 juga melanjutkan pembangunan tembok penahan air di bantaran Kali Cibanten.
Pekerjaan dilakukan di belakang Perumahan Puri Delta Angsoka menuju kawasan Keganteran dengan panjang sekitar 300 meter. Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperkuat bantaran sungai sekaligus mengurangi risiko luapan air ke permukiman warga saat debit sungai meningkat.
Sugiri menambahkan, pemerintah juga telah melakukan penertiban di sepanjang aliran sungai kawasan Padek menuju Margaluyu guna memperlancar aliran air menuju hilir. Sementara itu, data Kecamatan Kasemen mencatat sekitar 140 bangunan berada di sepanjang kawasan Kanal Banten Lama hingga Pecinan.
Sebagian besar bangunan berada di wilayah Kelurahan Banten, sedangkan sisanya berada di kawasan Sukadiri, Kecamatan Kasemen. Menurut Sugiri, normalisasi sungai dan penataan kawasan bantaran menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi titik-titik banjir yang selama ini berulang di wilayah Kasemen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....