Menteri Fadli Zon Dorong Banten Lama Sebagai Pusat Sejarah Nasional
- 29 Apr 2026 13:13 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendorong penguatan pelestarian kawasan Banten Lama sebagai pusat sejarah dan kebudayaan nasional. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di kawasan Masjid Agung Banten, Kota Serang, pada Selasa, 28 April 2026 malam.
Menurut Fadli Zon, kawasan Banten Lama memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah bangsa karena menyimpan jejak peradaban Kesultanan Banten serta peninggalan tokoh besar Nusantara. Ia menyebut sejumlah situs bersejarah di kawasan tersebut perlu terus dijaga, dipugar, dan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi publik.
“Banten Lama merupakan warisan budaya yang sangat penting. Ini harus kita lindungi, kita kembangkan, dan kita manfaatkan untuk pendidikan serta wisata sejarah,” kata Fadli Zon, Selasa, 28 April 2026.
Ia menyoroti keberadaan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, serta Masjid Agung Banten Lama yang dinilai memiliki nilai sejarah tinggi. Dia mengatakan, pemerintah pusat membuka peluang penguatan museum di Banten agar koleksi sejarah, manuskrip, dan narasi peradaban Banten dapat dikenal lebih luas.
Menurutnya, museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi ruang belajar generasi muda untuk memahami identitas bangsa.
“Kalau museum kita kuat, masyarakat akan lebih dekat dengan sejarahnya sendiri,” ujarnya.
Selain penguatan museum di Banten, Fadli Zon juga menyampaikan rencana pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Museum itu diproyeksikan menjadi Rumah Budaya Indonesia sekaligus pengingat hubungan sejarah Indonesia dengan Afrika Selatan.
Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Undri mengatakan, rangkaian kegiatan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari memadukan unsur religi, intelektual, sejarah, budaya, dan diplomasi.
Ia menyebut sekitar 500 santriwan dan santriwati mengikuti khataman Al-Qur’an serta penulisan mushaf di kawasan Banten Lama sebagai bagian dari penghormatan kepada Syekh Yusuf Al-Makassari. Selain itu, kegiatan juga diisi diskusi sejarah, pameran manuskrip, pembacaan puisi, serta pertunjukan seni budaya.
“Kegiatan ini memiliki makna kuat karena menempatkan Al-Qur’an, ilmu, dan tradisi keagamaan sebagai inti penghormatan kepada Syekh Yusuf Al-Makassari,” kata Undri.
Staf Ahli Gubernur Banten, Zaenal Mutaqin menilai, peringatan tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan budaya dan spiritual di Banten. Zaenal berharap momentum itu memperkuat posisi Banten sebagai daerah yang kaya sejarah, budaya, dan tradisi keagamaan.
“Hari ini langit Banten Lama menjadi saksi momentum langka. Ini adalah puncak dari rangkaian spiritualitas dan budaya pada peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....