Fadli Zon Hadiri 400 Tahun Syekh Yusuf, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah
- 29 Apr 2026 05:51 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Banten Lama, Selasa malam. Ia menyampaikan rencana penguatan pelestarian warisan sejarah tokoh besar Nusantara tersebut. Kegiatan berlangsung di kawasan Masjid Agung Banten Lama, Kota Serang, dan dihadiri jajaran pemerintah, tokoh agama, budayawan, akademisi, santri, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyebut Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai sosok penting yang memiliki pengaruh besar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Syekh Yusuf Al-Makassari tercatat sebagai pahlawan nasional Indonesia dan juga mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional di Afrika Selatan. “Beliau tokoh yang dihormati di dua negara. Ini menunjukkan perjuangannya memiliki arti besar dalam sejarah,” kata Fadli Zon, Selasa, 28 April 2026.
Fadli mengatakan, Syekh Yusuf Al-Makassari dikenal sebagai ulama, pemikir, dan pejuang yang ikut terlibat dalam perlawanan di Banten. Sosok itu dinilai memberi teladan karena memperjuangkan nilai agama, keadilan, dan kemerdekaan.
Ia menjelaskan, perjalanan hidup Syekh Yusuf Al-Makassari penuh pengorbanan. Setelah ditangkap penjajah, Syekh Yusuf diasingkan ke Batavia, kemudian ke Sri Lanka, lalu ke Cape Town, Afrika Selatan, hingga wafat di sana. Di Afrika Selatan, nama Syekh Yusuf Al-Makassari masih dikenang sebagai tokoh penting yang memberi pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah menyiapkan rencana pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town. Museum itu nantinya diharapkan menjadi Rumah Budaya Indonesia sekaligus pengingat hubungan sejarah Indonesia dan Afrika Selatan. “Kita ingin warisan Syekh Yusuf Al-Makassari dikenal lebih luas di tingkat internasional,” ujarnya.
Rangkaian peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari turut diisi diskusi sejarah, pameran manuskrip, pembacaan puisi, pertunjukan seni budaya, serta penulisan mushaf Al-Qur’an oleh ratusan santri.
Fadli Zon berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal tokoh bangsa yang memiliki jejak besar di dunia internasional. “Syekh Yusuf memberi contoh tentang ilmu, keberanian, dan pengabdian. Nilai-nilai itu perlu diteruskan,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Undri, mengatakan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari disusun sebagai penghormatan negara kepada tokoh besar Nusantara yang jejak perjuangannya melampaui batas geografis. Syekh Yusuf Al-Makassari meninggalkan warisan keilmuan, spiritualitas, keberanian, moralitas, serta semangat kemanusiaan yang tetap relevan hingga kini. “Peringatan ini menjadi momentum menghidupkan kembali keluasan ilmu, keteguhan iman, akhlak, keberpihakan pada kemanusiaan, dan semangat melawan ketidakadilan,” kata Undri.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut penting dikenalkan kepada generasi muda sebagai pengetahuan sejarah dan sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa. Undri menjelaskan rangkaian kegiatan memadukan unsur religi, intelektual, sejarah, budaya, dan diplomasi. Pada sore hari digelar diskusi bertajuk *Jejak Syekh Yusuf Al-Makassari Dulu, Kini, dan Esok* yang menghadirkan ulama, akademisi, sejarawan, budayawan, serta generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....