Perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari Patut Diteladani Generasi Muda
- 29 Apr 2026 10:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari yang berlangsung di kawasan Banten Lama, Kota Serang, pada Selasa, 28 April 2026 malam, dinilai sebagai momentum untuk meneladani perjuangannya. Peringatan empat abad Syekh Yusuf Al-Makassari dianggap tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi menghidupkan kembali nilai keteladanan yang diwariskan kepada generasi sekarang.
Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, Undri menuturkan, sosok Syekh Yusuf Al-Makassari dikenal memiliki keluasan ilmu, keteguhan iman, akhlak mulia, keberanian membela kebenaran, serta keberpihakan pada kemanusiaan.
“Nilai-nilai itu penting diwariskan kepada generasi muda sebagai teladan dalam belajar, bersikap, dan menjalani kehidupan berbangsa,” kata Undri, Selasa, 28 April 2026.
Ia menambahkan, semangat melawan ketidakadilan, keteguhan dalam perjuangan, dan kemampuan menjalin hubungan lintas bangsa menjadi warisan besar yang tetap relevan hingga saat ini.
Undri berharap generasi muda tidak hanya mengenal nama Syekh Yusuf Al-Makassari, tetapi juga meneladani sikap hidupnya.
| Baca juga: Banten Girang, Titik Temu Ziarah dan Sejarah |
“Beliau memberi contoh tentang ilmu, keberanian, moralitas, dan pengabdian. Itu yang perlu diteruskan,” ujarnya.
Senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri. Menurutnya, peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari penting untuk mengenalkan keteladanan tokoh bangsa kepada pelajar di Kota Serang.
Menurutnya, Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan ulama, pejuang, dan intelektual besar yang pengaruhnya tidak hanya dirasakan di Nusantara, tetapi juga hingga mancanegara. Dengan demikian, banyak nilai yang dapat ditularkan kepada siswa dari perjalanan hidup Syekh Yusuf Al-Makassari, di antaranya semangat menuntut ilmu, keberanian menghadapi tantangan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap bangsa dan masyarakat.
“Beliau meninggalkan jejak perjuangan, keilmuan, dan akhlak yang sangat besar. Ini harus menjadi teladan bagi anak-anak kita. Anak-anak perlu belajar kalau menjadi pintar saja tidak cukup, tetapi juga harus punya karakter, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Ahmad Nuri.
Ahmad Nuri menambahkan, semangat nasionalisme Syekh Yusuf Al-Makassari juga penting dikenalkan kepada pelajar sejak dini. Dengan memahami sejarah tokoh bangsa, siswa diharapkan memiliki rasa bangga terhadap daerah dan negaranya.
“Pelajar Kota Serang harus tahu daerahnya punya tokoh besar dan kawasan bersejarah. Dari situ tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab menjaga warisan budaya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....