Tak Ada Biaya, Enam Dapur MBG di Pandeglang Terhenti Sementara

  • 15 Nov 2025 15:42 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Enam dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang menghentikan operasionalnya dalam beberapa hari terakhir. Hal ini diakibatkan perubahan mekanisme pendanaan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Aturan baru tersebut melarang penggunaan dana talangan, sehingga dapur yang belum menerima pencairan tidak dapat menjalankan produksi makanan hingga dana resmi masuk dari pusat.

Wakil Ketua Satgas MBG Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, penghentian ini bersifat sementara sambil menunggu proses pencairan dana. Enam dapur yang terdampak berada di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Majasari, Saketi, dan Kecamatan Menes. Berdasarkan pendataan Satgas bersama SPPG Kabupaten, akibatnya sekitar 18 ribu siswa tidak menerima pasokan makanan akibat terhentinya operasional dapur tersebut.

Baca juga: MBG di Pandeglang Baru Sentuh 13 Kecamatan

“Bukan tutup total, tapi menunggu pencairan dana dari BGN. Untuk dapur yang belum cair, tidak boleh beroperasi dulu,ˮ ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Doni menjelaskan perubahan regulasi menjadi kendala utama yang menghambat kinerja dapur MBG. Sebelumnya, dapur masih dapat menggunakan dana talangan untuk menjaga kelancaran distribusi makanan, tetapi kebijakan tersebut kini diberhentikan sehingga seluruh proses bergantung pada kecepatan pencairan dari BGN. Ia menegaskan pemerintah daerah harus mengikuti aturan pusat, tetapi tetap mendorong percepatan pencairan agar pelayanan tidak semakin meluas terganggu.

Baca juga: SPPG Cahaya Baru Salurkan 2.800 Porsi MBG di Pandeglang

Pemantauan di lapangan terus dilakukan oleh timnya untuk memastikan seluruh dapur dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan baru tanpa menurunkan kualitas pelayanan bagi penerima manfaat. Doni berharap hambatan ini segera teratasi agar distribusi makanan kembali berjalan stabil di seluruh Pandeglang.

“Ini keputusan pusat yang harus dipatuhi pemerintah kabupaten. Kami hanya memastikan operasional di lapangan sambil menunggu pencairan,ˮ kata Doni.

Baca juga: Dapur MBG Harus Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Sementara terdapat pula dapur yang sempat terhenti dan kini sudah kembali beroperasi. Pengelola SPPG Cening di Kecamatan Cikedal, Ahmad Munirudin mengatakan, dapurnya sempat berhenti selama beberapa hari akibat sistem pendanaan tidak dapat diproses. Kondisi tersebut membuat dapur tidak bisa beroperasi sampai sistem pendanaan dari BGN kembali normal.

“Pernah tutup, cuma beberapa hari. Sekarang sudah normal lagi,ˮ ucapnya.

Setelah kendala sistem diperbaiki, kini dapur SPPG Cening telah kembali menjalankan aktivitas memasak dan menyalurkan makanan kepada siswa. Ahmad memastikan operasional saat ini berjalan normal sambil menunggu kejelasan lanjutan terkait mekanisme pendanaan yang ditetapkan pusat. (Ridwan Maulana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....