Media Sosial Picu Fenomena Social Comparison di Kalangan Remaja

  • 19 Jan 2026 12:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Di tengah perkembangan teknologi seperti saat ini, media sosial menjadi ruang yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan manusia. Hal tersebut banyak mengubah pola hidup dan pola pikir manusia.

Namun di balik kemudahan tersebut, media sosial juga membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan mental remaja. Layar ponsel perlahan menjadi cermin perbandingan yang tidak selalu disadari oleh penggunanya.

Baca juga: Media Sosial Bisa Jadi Pemicu Ujub

Berdasarkan Indonesia Digital Report 2025 yang diinisiasi We Are Social, pengguna media sosial di Indonesia mencapai lebih dari 190 juta pengguna. Rata-rata waktu penggunaan media sosial pun tercatat mencapai 3 jam 8 menit setiap harinya.

Tingginya intensitas penggunaan tersebut membuat remaja semakin sering terpapar berbagai unggahan kehidupan orang lain. Dari sinilah kebiasaan membandingkan diri, atau yang dikenal sebagai social comparison, mulai tumbuh.

Social comparison merupakan kecenderungan seseorang menilai dirinya dengan membandingkan kondisi hidupnya dengan orang lain. Perbandingan ini dapat terjadi secara sengaja, tetapi sering pula muncul tanpa disadari saat berselancar di media sosial.

Baca juga: Aktivis Dorong Pemuda Gunakan Media Sosial Untuk Demokrasi

Psikolog Klinis Remaja, Teresa Indira Andani menjelaskan, fenomena tersebut kerap dialami remaja. “Kita jadi mungkin secara sadar ataupun tidak sadar membandingkan diri kita dengan orang-orang yang kita lihat di social media melalui unggahannya,” ujarnya dalam siniar Youtube I Am Okay “Dua Sisi Layar: Medsos Bikin Happy Atau Stress?” yang dikutip RRI pada Senin, 19 Januari 2026.

Dalam praktiknya, remaja dapat membandingkan diri dengan mereka yang dianggap lebih sukses atau lebih beruntung. Kondisi ini, apabila terjadi berulang, dapat memicu perasaan tidak puas terhadap diri sendiri.

Perasaan sedih, khawatir, hingga cemas perlahan dapat muncul ketika remaja terus menilai dirinya dari unggahan orang lain. Akibatnya, kepercayaan diri pun dapat menurun tanpa disadari.

Baca juga: Bijak Gunakan Media Sosial, Jaga Nilai Kesederhanaan

Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menyadari batasan dalam menggunakan media sosial. Mengelola waktu layar dan mengurangi kebiasaan membandingkan diri menjadi langkah sederhana menjaga kesehatan mental.

Dengan penggunaan media sosial yang lebih bijak, remaja diharapkan mampu melihat dirinya secara lebih utuh. Media sosial pun dapat kembali menjadi ruang berbagi, bukan sumber tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....