Aktivis Dorong Pemuda Gunakan Media Sosial Untuk Demokrasi
- 16 Sep 2025 09:39 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September menjadi momentum untuk merefleksikan peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi. Hal ini ditegaskan Rahmat Hidayat, Ketua Inisiator Perjuangan Rakyat Inspira Kota Cilegon, dalam dialog di RRI Pro 1 Banten, Selasa (16/9/2025).
Rahmat menyoroti rendahnya tingkat kesadaran politik pemuda. Menurutnya, banyak anak muda memilih dalam pemilu bukan berdasarkan kapasitas calon, melainkan karena faktor kepentingan tertentu. “Persentasenya sangat minim pemuda yang melek politik, walaupun ada sebagian yang sudah memahami persoalan politik,” ucap Rahmat.
Namun, ia melihat potensi besar generasi muda yang aktif di komunitas maupun media sosial. Platform seperti Instagram dan TikTok dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran politik dan mendorong demokrasi yang sehat. “KPU dan Bawaslu harus memanfaatkan media sosial untuk mencerdaskan pemilih, bukan hanya bekerja saat pemilu berlangsung,” ucapnya.
Rahmat menekankan bahwa pendidikan politik tidak bisa ditunda hingga menjelang pemilu 2029, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, pemuda bisa lebih kritis dalam menentukan pilihan politiknya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa aksi-aksi masyarakat sipil, termasuk demonstrasi mahasiswa dan buruh, adalah bagian dari ruang demokrasi yang sah. “Itu menjadi ruang bagi kita untuk menyuarakan aspirasi bersama ke pemerintah,” katanya.
Rahmat berharap momentum Hari Demokrasi Internasional dapat mendorong pemuda lebih aktif dalam politik. “Demokrasi akan berjalan dengan baik ketika masyarakat madani. Jika mayoritas tidak paham politik, maka lahirlah pemimpin yang tidak berkualitas,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....