Lima Kesalahan saat Memasak Tongseng Sapi yang Bikin Daging Alot
- 30 Jun 2026 07:53 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Tongseng sapi dikenal sebagai hidangan bercita rasa gurih dengan perpaduan rempah yang kaya. Meski terlihat mudah dibuat, masih banyak orang yang mendapati hasil masakannya kurang memuaskan karena tekstur daging yang keras atau alot. Agar hasilnya empuk dan bumbu meresap sempurna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat proses memasak.
Menurut pemilik rumah makan Tongseng di Kota Serang, Budi Santoso, tekstur daging yang empuk tidak hanya ditentukan oleh lamanya proses memasak, tetapi juga dipengaruhi oleh cara memilih bahan dan mengolah daging sejak awal. "Orang sering berpikir semakin lama dimasak, daging pasti akan empuk. Padahal, kalau tekniknya kurang tepat, daging justru bisa menjadi keras dan bumbu tidak meresap maksimal," ujarnya kepada RRI pada Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kesalahan pertama yang kerap dilakukan adalah memilih bagian daging yang kurang tepat. Tidak semua bagian daging sapi cocok diolah menjadi tongseng. Menurutnya, bagian seperti sandung lamur, sengkel, atau has dalam lebih direkomendasikan karena memiliki tekstur yang lebih mudah empuk setelah dimasak dalam waktu yang cukup.
Kesalahan berikutnya adalah tidak merebus daging terlebih dahulu sebelum dimasak bersama bumbu. Banyak orang langsung menumis daging mentah, padahal merebusnya hingga setengah empuk dapat mempercepat proses memasak sekaligus membuat tekstur daging lebih lembut dan bumbu lebih mudah meresap.
Selain itu, ukuran potongan daging juga menjadi perhatian. Budi mengatakan, potongan yang terlalu besar membutuhkan waktu lebih lama untuk matang sehingga berisiko membuat bagian dalam daging masih keras. Sebaiknya, daging dipotong dalam ukuran sedang agar matang lebih merata dan mudah menyerap bumbu.
Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan api yang terlalu besar selama proses memasak. Menurutnya, api besar memang membuat kuah cepat mendidih, tetapi dapat menyebabkan serat daging mengencang sehingga teksturnya menjadi alot. Memasak dengan api sedang hingga kecil akan membantu daging matang secara perlahan dan tetap empuk.
Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah memasukkan santan terlalu awal. Budi menyarankan santan ditambahkan setelah daging hampir empuk. Cara tersebut dinilai lebih efektif karena membantu menjaga tekstur daging tetap lembut sekaligus mencegah santan pecah saat dimasak.
Selain menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, penggunaan rempah segar seperti jahe, lengkuas, serai, daun salam, dan cabai agar cita rasa tongseng semakin kaya. "Kalau urutan memasaknya benar dan tidak terburu-buru, hasil tongseng sapi bisa empuk, gurih, dan bumbunya meresap sampai ke dalam daging," katanya.
Dengan memperhatikan pemilihan daging, teknik perebusan, ukuran potongan, pengaturan api, hingga waktu memasukkan santan, masyarakat dapat menyajikan tongseng sapi dengan cita rasa yang lezat dan tekstur daging yang empuk layaknya hidangan di rumah makan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....