Makan Bergizi Gratis Dinilai Bantu Cegah Stunting
- 20 Sep 2026 20:08 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemberian makanan bergizi gratis bagi balita dan ibu hamil dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lebak. Penilaian tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah.
Intervensi pemberian bantuan nutrisi dapat membantu mengatasi persoalan stunting apabila penyebabnya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi. Namun, pemberian makanan bergizi tidak dapat menjadi satu-satunya intervensi.
Penyebab stunting perlu diketahui terlebih dahulu agar penanganannya sesuai dengan persoalan yang dialami setiap keluarga. Tuti menjelaskan, kekurangan gizi tidak selalu disebabkan oleh ketidakmampuan ekonomi keluarga dalam membeli makanan bergizi.
Dalam sejumlah kondisi, keluarga sebenarnya mampu menyediakan makanan yang baik, tetapi belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara penyajian maupun pemberian makanan sesuai kebutuhan nutrisi. Karena itu, menurut Tuti, intervensi gizi harus dibarengi dengan edukasi kepada keluarga penerima manfaat.
| Baca juga: Olahraga Rutin Bantu Berat Badan Terkontrol |
Edukasi tersebut mencakup pengetahuan mengenai pemilihan menu, kandungan nutrisi, cara penyajian, serta pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota keluarga, terutama balita dan ibu hamil. "Kalau penyebabnya bukan karena nutrisi, maka perlu kajian lebih lanjut," kata Tuti, Sabtu, 19 September 2026.
Identifikasi penyebab menjadi penting agar bantuan yang diberikan tidak hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek. Apabila masalah utama memang terletak pada pemenuhan gizi, bantuan makanan bernutrisi dapat menjadi bagian dari intervensi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Sebaliknya, jika persoalannya berkaitan dengan pola pemberian makanan atau kurangnya pemahaman keluarga, maka diperlukan intervensi berupa edukasi dan pendampingan. Pemberian makanan bergizi tanpa disertai edukasi berisiko tidak memberikan perubahan yang berkelanjutan.
| Baca juga: Kurang Tidur Picu Berat Badan Naik |
Pasalnya, setelah bantuan dihentikan, keluarga dapat kembali menerapkan kebiasaan lama dalam memilih, mengolah, dan memberikan makanan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat kembali memicu kekurangan gizi pada anak apabila kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik.
Karena itu, keluarga penerima bantuan juga perlu mendapatkan pendampingan selama proses intervensi berlangsung. Pendampingan dilakukan oleh tim pendamping keluarga yang bertugas memberikan edukasi sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi keluarga.
Tim tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan nutrisi yang diterima dimanfaatkan dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Pendampingan dapat membantu keluarga memahami penerapan menu bergizi dalam kehidupan sehari-hari.
Tuti mengatakan, perubahan perilaku keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan intervensi bukan hanya memastikan keluarga mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga membangun kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara mandiri.
Dengan pemahaman tersebut, keluarga diharapkan tetap mampu menerapkan pola pemberian makanan yang sesuai meskipun program bantuan nutrisi telah berakhir. Tuti menilai, upaya pencegahan stunting karena itu perlu dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan intervensi terhadap penyebab yang ditemukan pada masing-masing keluarga.
Pemberian makanan bergizi, edukasi, dan pendampingan perlu berjalan bersama agar pemenuhan gizi tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat berlanjut menjadi kebiasaan keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....