Kasus DBD Lebak Meningkat, Dinkes Perkuat Pencegahan

  • 24 Jul 2026 07:53 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak kembali menghadapi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang semester pertama tahun 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 557 kasus DBD terjadi selama periode Januari hingga Juni 2026.

Dari ratusan kasus tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Meningkatnya kasus DBD menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena kondisi musim kemarau yang masih berlangsung dan berpotensi memengaruhi pola perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran penyakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Dharmana Putra, mengatakan upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD. Kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin," kata Eka Dharmana Putra di Lebak, Kamis, 23 Juli 2026.

Perubahan musim dan kondisi cuaca dapat memengaruhi perkembangan populasi nyamuk sehingga kewaspadaan masyarakat tidak boleh berkurang. Ia menegaskan, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan perlu kembali digalakkan agar tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

Masyarakat diminta menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan. "Gerakan 3M harus menjadi kebiasaan masyarakat. Jika dilakukan secara konsisten, maka siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dapat diputus sehingga risiko penularan DBD bisa ditekan," ujarnya.

Dinkes Kabupaten Lebak juga mendorong setiap keluarga memiliki sedikitnya dua orang kader juru pemantau jentik atau jumantik di lingkungan rumah masing-masing. Keberadaan kader jumantik dinilai mampu membantu memantau keberadaan jentik nyamuk sekaligus mengedukasi anggota keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami berharap setiap rumah memiliki kader jumantik sehingga pengawasan terhadap jentik nyamuk dapat dilakukan secara berkala dan berkesinambungan," ucap Eka.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan terus mengoptimalkan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan DBD kepada masyarakat Edukasi dilakukan melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu, pos kesehatan desa hingga klinik yang tersebar di Kabupaten Lebak.

Materi sosialisasi meliputi pengenalan gejala DBD, cara penanganan awal, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Pemerintah daerah juga melibatkan kepala desa, lurah, kader posyandu serta berbagai elemen masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi kepada warga.

Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam menekan angka kasus DBD di Kabupaten Lebak. "Penanganan DBD tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar upaya pencegahan berjalan maksimal," katanya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Warga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Masyarakat juga diminta mencukupi waktu istirahat dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, atau muncul bintik merah pada kulit. Dinas Kesehatan berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dapat menekan jumlah kasus DBD pada semester berikutnya.

Melalui kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, penyebaran DBD di Kabupaten Lebak diharapkan dapat dikendalikan. Sehingga angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit tersebut terus menurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....