Kasus ISPA Pandeglang Meningkat akibat Abu Vulkanis

  • 10 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut menyerang warga Pandeglang akibat sebaran debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Total temuan kasus sejak tanggal lima hingga sepuluh September 2026 telah mencapai 1.361 penderita dengan tren harian yang berangsur menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Eni Yati, menyatakan terdapat kenaikan trend kenaikan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dampak dari abu vulkanis Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke berbagai wilayah di Pandeglang. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di 36 puskesmas pada 35 kecamatan pun disebutnya disiagakan selama 24 jam guna menanggulangi tren kenaikan pasien.

"Dinas Kesehatan menyikapi tebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau dengan mensiagakan semua puskesmas di tiga puluh lima kecamatan dan membuka layanan dua puluh empat jam," ujar Eni Yati, Kamis 10 September 2026.

Petugas medis disebutnya secara aktif membagikan masker pelindung serta memberikan edukasi langsung mengenai bahaya paparan debu vulkanik kepada masyarakat. Langkah preventif tersebut dikatakannya terbukti efektif dengan penurunan kasus setiap harinya, pada Kamis 10 September 2026 kasus ISPA pun menurun di angka 356 kasus.

Namun demikian, kata dia Dinkes tetap menghimbau masyarakat agar senantiasa disiplin mengenakan masker serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kesehatan pernapasan. Warga juga diingatkan agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanis.

"Pesannya agar masyarakat bisa menjaga kesehatannya, apabila keluar rumah jangan lupa menggunakan masker, banyak minum air putih, dan membasuh debu di sekitar rumah dengan siraman air," katanya.

Sementara pusat kesehatan masyarakat di daerah pesisir pantai mencatat peningkatan kunjungan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat menghirup partikel debu halus. Kepala Puskesmas Labuan, Sri Rejeki, menyebutkan puluhan warga mendatangi fasilitas medis untuk mendapatkan penanganan darurat.

"Sejak Minggu pagi warga mulai berdatangan untuk memeriksakan kesehatannya dan tercatat hingga kini ada sekitar lima puluh orang yang terdeteksi ISPA serta empat orang terjangkit diare," ujar Sri.

Salah seorang warga setempat pun merasakan langsung dampak buruk abu vulkanik yang mencemari udara bebas hingga mengganggu aktivitas harian di luar rumah. Sejumlah pasien mengaku mengalami sesak napas dan perih pada bagian mata akibat paparan debu.

"Saat memeriksa kesehatan di Puskesmas Labuan, saya mengeluhkan gangguan pernapasan yang cukup mengganggu sejak minggu lalu akibat debu erupsi," ujar Yuliani, salah seorang warga Kecamatan Labuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....