Warga Diimbau Waspadai Risiko ISPA akibat Abu Vilkanik

  • 07 Sep 2026 06:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti mengingatkan masyarakat mewaspadai risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu, 6 September 2026. Ati menyebut Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA menjadi salah satu dampak yang perlu diantisipasi.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap kesehatan masyarakat. Antisipasi dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

“Tentu dampaknya utama terutama pada saluran pernafasan yaitu ISPA,” kata Ati.

Ati mengatakan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan masyarakat. Karena itu, seluruh puskesmas diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan peningkatan kasus akibat sebaran abu vulkanik.

Sejak Sabtu malam, puskesmas juga diminta bersiaga selama 24 jam. Hingga Minggu, dua kasus ISPA telah dirujuk ke rumah sakit berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Banten.

Untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas. Warga juga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi abu vulkanik masih terjadi.

Dinas Kesehatan Banten menyiapkan sekitar 5.000 dus masker untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Pelayanan kesehatan juga tetap tersedia bagi masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....