Dinkes Pandeglang Waspadai Penyebaran ISPA saat Kemarau Panjang
- 03 Agt 2026 15:00 WIB
- Banten
Poin Utama
- Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang meningkatkan kewaspadaan menghadapi peningkatan risiko penyakit ISPA selama musim kemarau panjang.
- Cuaca panas ekstrem dan udara kering tanpa curah hujan memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan karena partikel debu dan polusi mudah mengiritasi saluran napas masyarakat.
- Pengelola Program ISPA Dinkes Kabupaten Pandeglang, Rifki Rahayu, menyatakan bahwa kondisi iklim ekstrem sangat mempengaruhi peningkatan penyebaran penyakit pernapasan di tengah masyarakat.
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang yang memicu peningkatan risiko penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi udara yang kering serta debu berterbangan di jalanan menjadi faktor utama pemicu gangguan kesehatan pernapasan warga.
Pengelola Program ISPA pada Dinkes Kabupaten Pandeglang, Rifki Rahayu menyatakan, cuaca panas ekstrem sangat mempengaruhi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan di tengah masyarakat. Udara kering tanpa curah hujandisebutnya mempermudah partikel debu dan polusi mengiritasi saluran napas secara langsung.
"Musim kemarau meningkatkan risiko ISPA karena udara menjadi lebih kering, tidak ada hujan, dan debu berterbangan serta mengiritasi saluran pernapasan. Kondisi cuaca panas ini cukup berbahaya sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit," ujar Rifki, Kamis 30 Juli 2026.
Dinas kesehatan terus mengimbau masyarakat agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari paparan debu dan polusi udara. Upaya pencegahan dini dinilai Rifki lebih efektif menekan penularan penyakit saluran pernapasan yang mudah menyebar.
Pihak dinas mencatat fluktuasi kasus ISPA di wilayah Pandeglang saat ini masih terpantau dalam kondisi datar atau belum mengalami lonjakan drastis. Meski demikian, fasilitas kesehatan tingkat pertama di seluruh kecamatan disebutnya tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien, seiring cuaca panas yang masih terasa.
Sosialisasi melalui media informasi kesehatan terus dipasang di setiap puskesmas agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Langkah preventif ini diharapkan Rifki mampu meminimalisir dampak buruk cuaca panas terhadap kesehatan warga.
"Kondisi kasus ISPA di Pandeglang sampai saat ini cenderung tidak ada peningkatan atau masih flat datar saja. Namun mengingat cuaca yang masih panas ini kita terus waspada dan memasang media KIE di masing-masing puskesmas agar masyarakat bisa membaca dan memahami cara pencegahannya," kata Rifki Rahayu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....