Selain ISPA, Warga Pandeglang Diminta Waspadai Ancaman DBD saat Kemarau

  • 06 Agt 2026 09:47 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Selain ancamatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai ancaman penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim kemarau sedang berlangsung saat ini. Telur nyamuk Aedes aegypti yang ditinggalkan pada musim hujan diketahui mampu bertahan hidup dalam kondisi kering hingga enam bulan.

Pengelola Program ISPA Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Rifki Rahayu, menjelaskan potensi perkembangbiakan nyamuk tetap tinggi saat musim panas tiba. Telur nyamuk yang menempel pada wadah penampungan air kering akan langsung menetas menjadi jentik dalam waktu singkat ketika terpapar air kembali.

Walau Dinkes mecatat fluktuasi kasus DBD di wilayah Pandeglang terpantau masih stabil dan belum menunjukkan lonjakan signifikan di tengah cuaca panas. Kendati demikian, kewaspadaan kolektif tetap diperlukan melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah masing-masing.

"DBD termasuk penyakit yang diwaspadai saat kemarau karena telur nyamuk yang ditinggalkan saat musim hujan mampu bertahan hingga enam bulan di wadah kering. Ketika terkena air kembali, telur tersebut dapat menetas menjadi jentik dalam waktu satu sampai dua hari," ujar Rifki, Kamis 6 Agustus 2026.

Pemerintah daerah menggalakkan kembali gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui metode menguras, menutup, dan mendaur ulang (Tiga M Plus) secara mandiri di setiap rumah warga. Langkah pemberantasan sarang nyamuk ini diyakini menjadi kunci utama memutus mata rantai penyebaran vektor penyakit DBD.

Puskesmas setempat dikatakan Rifki aktif menyebarkan informasi kesehatan dan imbauan pencegahan agar masyarakat proaktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kesadaran warga dalam menguras tempat penampungan air dikatakannya sangat menentukan keberhasilan pencegahan wabah DBD.

"Meskipun musim kemarau, kita tetap harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah masing-masing dengan metode tiga M plus. Upaya pencegahan dini tersebut memastikan ancaman penyakit DBD dapat dicegah sejak dari lingkungan terkecil," kata Rifki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....